Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Kelola Dana untuk Kesejahteraan

07/12/2006
 
New Page 1 Pekerja DANA pekerja yang dikelola PT Jamsostek memang harus diakui sangat besar. Sekadar menyebut contoh, pada akhir 2005 saja, total dana kelolaan PT Jamsostek mencapai Rp38,7 triliun. Itu terdiri dari dana jaminan hari tua (JHT) sebesar Rp32,7 triliun, dana cadangan teknis dari program nonJHT sebesar Rp3,2 triliun, dan sekitar Rp2,8 triliun merupakan aset milik pemerintah selaku pemegang saham. Dana sebesar inilah yang harus dikelola PT Jamsostek. Menurut Direktur Utama PT Jamsostek, Iwan P Pontjowinoto, kegiatan Jamsostek terkait dengan pengelolaan keuangan dari pekerja untuk kepentingan peserta. Sehingga, menurutnya, Jamsostek pada hakikatnya juga merupakan suatu lembaga keuangan, namun dengan misi yang khusus. Dan menurut aturan yang ada, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) No 22/2004, sebagian dana ini boleh dikembangkan atau diinvestasikan dengan beberapa tujuan yang telah ditentukan. PP tersebut menyebutkan pengembangan dana itu harus diarahkan untuk meningkatkan kemampuan PT Jamsostek memberikan jaminan, meningkatkan kesejahteraan peserta, dan menciptakan lapangan kerja. Dalam batasan-batasan tertentu yang juga diatur dalam PP No 22/2004 tersebut, bahwa PT Jamsostek boleh mengembangkan dana kelolaannya di sejumlah sektor keuangan. Tentunya dengan mengikuti standar yang dipakai perbankan, asuransi, ataupun manajer investasi. Mulai dari deposito, surat utang (obligasi) swasta maupun pemerintah, saham sampai reksa dana. Bahkan, peraturan itu juga membolehkan PT Jamsostek menginvestasikan dana kelolaannya melalui penyertaan modal langsung maupun tanah dan bangunan (properti). Bagaimana pembagian investasinya? Data triwulan 1-2006 barangkali bisa memberikan gambaran. Pada triwulan itu, Jamsostek membagi dana JHT yang terkumpul di akhir 2005 ke dalam beberapa keranjang investasi. Masing-masing dalam bentuk deposito sebesar Rpl9,l triliun atau 47%, obligasi sebesar Rpl6,5 triliun (42%), saham Rp3,3 triliun (8,5%), reksa dana Rp517 miliar (1,33%), serta properti dan penyertaan modal Rp650 miliar (1,6%). "Itu merupakan bagian dari komitmen kami untuk mengelola dana Jamsostek dengan cara yang memberi benefit sebesar mungkin bagi para pekerja peserta Jamsostek," ujar Iwan Pontjowinoto. Dan memang, ketika dana itu dikelola dengan baik dan diinvestasikan dalam instrumen yang tepat, hasilnya juga cukup oke. Dengan portofolio seperti di atas, sampai akhir semester 1-2006, PT Jamsostek berhasil meraup keuntungan investasi sebesar Rp2,463 triliun. Sehingga, laba bersih sebesar Rp634 miliar pun berhasil diperoleh. Tapi bukan itu saja yang dilakukan PT Jamsostek dengan dana yang dikumpulkan dari pekerja. Untuk membantu para pesertanya memiliki rumah misalnya, PT Jamsostek juga punya program uang muka perumahan (PUMP). Program itu kini diupayakan ditingkatkan dengan meluncurkan program KPR (kredit pemilikan rumah) bagi peserta Jamsostek. Pada tahun ini, PT Jamsostek menyediakan dana KPR untuk membiayai 200 ribu unit rumah untuk pekerja dengan nilai sebesar Rp5 triliun. Penyaluran dana KPR tersebut dilaksanakan lewat beberapa bank yang melakukan kerja sama dengan PT Jamsostek, seperti BTN, BNI dan Bank Danamon. Selain itu, PT Jamsostek juga sudah menyiapkan program kerja sama dengan perbankan maupun pegadaian untuk pembiayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Lalu ada juga program tabungan pendidikan dan lainnya. Dengan dana yang besar, PT Jamsostek sebetulnya cukup leluasa untuk mengatur penempatan dana itu. Semua itu tentu saja harus diikuti semangat untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130