Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Kemenpera Optimistis Target 100 Ribu RSH Terealisasi

22/10/2007
 
New Page 1 Kemenpera Optimistis Target 100 Ribu RSH Terealisasi JAKARTA - Kementerian Negara Perumahaan Rakyat (Kemenpera) optimistis pembangunan rumah sederhana sehat (RSH) dapat terealisasi sebanyak 100 ribu unit sampai akhir 2007. "Deputi Pembiayaan Kemenpera sedang memverifikasi anggaran pembangunan 30 ribu unit RSH tambahan. Kalau verifikasi tersebut berjalan sesuai rencana, kami bisa merealisasikan pembangunan 130 ribu unit RSH," kata Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenpera Zulfi Syarif Koto,saat dihubungi Investor Daily di Jakarta, Rabu (17/10). Zulfi menjelaskan, RSH yang sudah terbangun per September 2007 mencapai 60 ribu unit. Jika pembangunan RSH tahun ini bisa sebanyak 130 ribu unit, lanjut dia, berarti bisa melampaui realisasi dua tahun sebelumnya, yakni 110 ribu unit pada 2005 dan 120 ribu unit pada 2006. Optimisme pencapaian target pembangunan 130 ribu unit RSH itu terkait dengan kesiapan PT Bank Tabungan Negara (BTN) menyalurkan dana subsidi sebanyak 100 ribu unit RSH. Selain itu, bank pemerintah maupun bank swasta lain yang juga siap mendukung program pembiayaan pemilikan RSH adalah PT Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Bukopin, dan beberapa Bank Pembangunan Daerah (BPD). Zulfi mengakui, penyaluran dana subsidi pembelian RSH juga terkendala oleh adanya kasus ketidaklancaran pembayaran cicilan dana kredit RSH. "Hal tersebut tentunya berdampak pada sumber pendanaan pembangunan RSH yang kami targetkan sebelumnya," tambah dia. Terkait dengan itu, Staf Ahli Bidang Otonomi Daerah yang kini merangkap jabatan sebagai Deputi Bidang Pengembangan Kawasan Kemenpera Yunus Sulchan mengatakan, terhambatnya realisasi pembangunan RSH terjadi di beberapa wilayah kota dan kabupaten. Salah satu penyebabnya adalah masih minimnya penggunaan Dans Alokasi Khusus (DAK) di kedua pemerintahan daerah untuk menyubsidi RSH bagi rakyat. "Pemerintah kota dan pemerintah kabupaten tiap provinsi lebih memprioritaskan mengalokasikan DAK untuk pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur dinilai lebih berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional," kata Yunus. Walaupun demikian, tambah Yunus, Kemenpera mengimbau pemerintah kota dan pemerintah kabupaten agar mengalokasikan sebagian DAK untuk pembangunan RSH yang juga ditujukan bagi kesejahteraan rakyat. Dia mencontohkan, mayoritas pemerintah kota dan pemerintah kabupaten di Provinsi Papua telah mengalokasikan sebagian DAK untuk menyubsidi pembangunan RSH. "Saya harap, kebijakan tersebut juga bisa diikuti oleh pemerintah kota dan pemerintah kabupaten di provinsi lainnya," harapnya. Untuk itu, tambah dia, Kemenpera akan melakukan pendekatan kepada pemerintah kota dan pemerintah kabupaten di setiap provinsi. Salah satu caranya adalah melakukan penyuluhan akan pentingnya realisasi RSH bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. "Selain itu, kami akan bekerja sama secara langsung dengan pemda terkait dengan subsidi" dana pembebasan lahan bagi pembangunan RSH," tambahnya. (Investor Daily Indonesia)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130