Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Komitmen Bank Penyedia Kredit Hunian

17/03/2006
 
New Page 1 Tahun ini bank-bank penyedia kredit berkomitmen untuk menambah jumlah nasabah dan meningkatkan alokasi dana KPR. Untuk memiliki rumah kian mudah. Saat ini tersedia banyak alternatif. Bagi yang mampu, mereka bisa dengan membeli secara tunai. Sedangkan yang tidak mempunyai dana tunai bisa melakukannya dengan mengambil kredit pemilikan rumah (KPR). Jumlah bank-bank pemberi KPR sekarang cukup banyak. Ada yang menawarkan KPR konvensional, ada juga yang menyediakan KPR syariah. Masing-masing memiliki . kelebihan dan keunggulan tersendiri. Selain KPR, bank juga makin variatif dalam memberikan produk layanannya kepada konsumen. Misalnya dengan menawarkan kredit pemilikan apartemen (KPA). Biasanya produk ini ditujukan bagi masyarakat kalangan menengah ke atas. Selain untuk menempati, banyak di antara mereka yang membeli apartemen untuk kepentingan investasi. Berbicara masalah KPR tidak bisa dilepaskan dari kiprah dan peran Bank Tabungan Negara (BTN). Bank milik pemerintah ini memang sudah puluhan tahun melayani masyarakat dalam pemberian KPR. Sudah jutaan orang yang bisa menempati rumah layakhuni dengan bantuan KPR BTN. Dengan demikian BTN bisa dikatakan sebagai 'merek'nya fasilitas KPR. Namun, BTN sekarang tidak sendirian. Sejumlah bank lain juga melakukan ekspansi dengan menawarkan produk KPR. Di antaranya, BNI, Bank Niaga, BII dan BII Syariah, Bank Permata dan Permata Syariah, Bank Danamon, BCA, dan sejumlah bank lain. Komitmen Direktur Kredit BTN, Siswanto, mengungkapkan, pihaknya sudah berkomitmen untuk menambah alokasi KPR tahun ini menjadi Rp 5,8 triliun. Angka ini lebih besar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 4 triliun. Hal yang sama berlaku pada target rumah sederhana sehat (RSH). Tahun ini pihaknya menargetkan 100 ribu unit RSH. Tapi kalau ternyata permintaan lebih tinggi dan melebihi angka tersebut, pihaknya tetap akan melayani. Siswanto optimistis target tersebut bisa terlampaui. Sampai akhir Februari 2006, BTN telah merealisasikan kredit sebesar Rp 689 miliar. Dari total realisasi itu, Rp 488 miliar untuk membiayai KPR sebanyak 13.117 unit. Dari jumlah itu, sebanyak Rp 273 miliar untuk realisasi KPR 8.598 unit RSH dan Rp 215 miliar disalurkan untuk KPR 4.519 unit rumah di luar RSH. "Biasanya realisasi melebihi target yang kami tetapkan. Seperti tahun lalu, target 75 ribu unit rumah, realisasi bisa mencapai 78 ribu unit. Tahun sebelumnya, target 50 ribu, realisasinya bisa mencapai 60 ribu unit," ungkapnya kepada Republika. Dia tidak menampik adanya prediksi para pengamat tentang kondisi perekonomian yang kurang bagus tahun ini. Namun, itu tidak mempengaruhi optimismenya. "Banyak pengamat ekonomi yang memprediksikan kondisi pada 2006 kurang begitu bagus tapi kami tetap optimistis. Paling tidak di semester dua nanti kami yakin akan ada perbaikan," ujarnya menambahkan. Ragam kredit Selain untuk RSH pihaknya juga menyediakan KPR untuk rumah menengah ke atas. Namun, porsinya tidak sebesar untuk RSH. "Kebanyakan KPR memang untuk kalangan menengah ke bawah, yaitu RSH. Tapi kami menyediakan juga KPR Untuk rumah menengah yang harganya di bawah Rp 200 juta dan rumah kelas atas yang harganya di atas Rp 1 miliar," jelas Siswanto. BTN juga memberikan layanan KPA. Jumlah nasabahnya tahun lalu cukup banyak. Ini terkait dengan booming pembangunan apartemen. Tapi, kata Siswanto, KPA hanya untuk kepemilikan apartemen, tidak melayani konstruksinya. Tahun lalu, lanjutnya, banyak yang mengambil KPA karena para pengembang sedang kencong membangun apartemen. Tapi tahun ini peminat KPA tidak terlalu banyak. "Hal ini tergantung lokasinya juga. Kalau memang bagus, ya akan banyak diminati," tutur Siswanto. Yang jelas, ungkap Siswanto, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen. Selama ini pihaknya tidak terlalu banyak menemui kendala. Namun demikian, perbaikan dan penyempurnaan tetap dilakukan. "Kami selalu memotivasi karyawan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen. Misalnya dari sisi keramahan dan kualitas layanan akan terus kami tingkatkan," tegasnya. Sementara itu, BNI juga memberikan fasilitas KPR kepada konsumen. Diah Sulianto dari Divisi Kredit Konsumen BNI, menyatakan, selain membidik masyarakat menengah ke bawah, KPR Griya BNI juga menyasar kalangan menengah ke atas. Untuk kalangan bawah BNI menyediakan layanan kredit untuk kepemilikan RSH. Ini karena BNI menjadi salah satu bank yang ditunjuk pemerintah untuk menyukseskan program satu juta rumah. Sedangkan pada level menengah. BNI menyediakan kredit untuk rumah dengan harga Rp 50 juta hingga Rp 500 juta, dan bahkan sampai Rp 1 miliar. Tahun ini pihaknya menargetkan penambahan jumlah nasabah. "Fasilitas KPR Griya ini diberikan bagi mereka yang memang mampu untuk membayar angsuran. Tahun ini kami menargetkan ada penambahan nasabah hingga sekitar 40 ribu orang. Sebagian besar adalah kelas menengah," kata Diah. Kompetisi Banyaknya bank yang memberikan fasilitas KPR menciptakan persaingan yang semakin ketat. Bahkan, sejumlah bank agresif mempromosikan produk KPRnya. Namun, langkah promosi yang gencar itu kini menyurut. Misalnya, dulu Danamon menggebu tapi sekarang agak mengendur. Yang sekarang sedang menggebu-gebu adalah BNI. Menurut pengamat properti, Handoko Wignyowargo, sekarang memang banyak bank yang melirik kredit konsumen, termasuk KPR. Dia mencontohnya BNI yang sedang gencar merambah pasar KPR. Ini ditunjukkan dengan langkah bank plat merah itu membentuk sebuah divisi khusus. Namun untuk segmen masyarakat bawah, kata Handoko, BTN adalah pemimpin pasarnya. "Secara tradisional, BTN adalah pemimpin pasar KPR untuk masyarakat bawah, walaupun mereka juga melayani masyarakat menengah ke atas," ujarnya.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130