Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Kondisi Perbankan Mulai Membaik

16/11/2005
 
JAKARTA - Para bankir memperkirakan, kondisi perbankan hingga semester pertama 2006 masih berat. Inflasi dan suku bunga masih akan terus meningkat hingga semester satu tahun depan. Demikian hal itu diungkapkan Kostaman Thayib, Direktur Ritel Banking Bank Mega, Danny Hartono, Direktur Utama Bank Haga, Kodradi, Direktur Utama Bank BTN dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Rudjito yang dihubungi Investor Daily awal pekan ini. Kostaman menyatakan, pada awal tahun 2006, inflasi dan suku bunga masih akan bergerak naik. Dan kemungkinan perubahan bisnis perbankan ke arah yang lebih baik, baru akan terjadi pada semester kedua 2006. "Tapi semuanya itu masih bergantung kepada kebijakan moneter yang akan diberikan regulator pada tahun 2006," sergah Danny. Sedangkan Rudjito menyoroti, tahun 2006, perbankan akan banyak dihadapi masalah cukup berat, terutama masalah peningkatan non performing loans (NPL). "Secara nasional, NPL perbankan saat ini sudah di atas 8%, maka besarnya NPL pada semester satu tahun 2006 akan berkisar disitu, namun masih bisa terkendali" ujar Rudjito kepada Investor Daily, Senin (14/10). Menurut perhitungan Rudjito, jika inflasi bulan November tidak setinggi bulan Oktober, tendensi inflasi akan turun pada semester kedua tahun 2Oo6.Sehingga, dia memperkirakan, suku bunga akan mulai turun pada semester kedua tahun 2005. Selain peningkatan NPL, perbankan juga akan masih berhadapan dengan penurunan net interest margin (NIM). "NIM perbankan akan turun hingga level 4%, tetapi tidak akan sampai dengan 3%," ungkap Rudjito. Rudjito optimistis masih akan ada market yang bisa diterobos, seperti market usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Market UMKM masih bagus, sedangkan manufacturing sedikit bernapas," ujar dia. Kendatipun kondisi agak berat, Kostaman melihat ada dampak positif yang akan dihadapi perbankan. Minimal perbankan didorong untuk mencari celah bagaimana cara mendapatkan profit selain dari bunga. "Fee based income dan tindakan efisiensi akan menjadi pilihan bank. Saya rasa perbankan pada tahun 2006 harus fokus kepada dua hal ini,"ujar Kostaman. Tindakan efesiensi, menurut Danny sudah tidak dapat dihindari lagi, demi mempertahankan spread margin yang akan diperoleh bank. "Kami akan hati-hati menaikkan suku bunga deposito dan kredit," kata Danny. Kalaupun akan terjadi kenaikan bunga, Bank Haga, lanjut Danny tidak akan melakukan setinggi bank lain. Bahkan akan memberikan kompensasi kepada nasabah berupa peningkatan layanan nasabah, seperti memberikan "kemudahan-kemudahan transaksi. Bunga Masih Tinggi Kodradi juga mengakui, saat ini perusahaannya terus berupaya melakukan efesiensi dengan mencari dana murah lebih besar lagi. Menurut dia, saat ini, komposisi deposito pada DPK masih sebesar 60%, dan BTN akan gencar mempromosikan produk-produk tabungan.' "Kita akan promosikan tabungan Batara Prima. Karena, produk ini yang bunganya hampir sama dengan deposito, yakni 11%," tutur Kodradi. Dia menambahkan, akan dinaikkan atau tidaknya suku bunga tabungan bergantung pasar, sepanjang masih bisa menarik kreditor. Untuk bunga kredit, menurut Kodradi, Bank BTN masih belum menaikkan bunga Kredit Dia mengatakan, "kalau tidak salah untuk kredit komersial kita sudah ada yang 17%, malahan kredit konsumsi sudah 18%. Sementara, untuk kredit KPR RSH masih 14,5%." Menurut Kodradi, untuk menyeimbangi kenaikan bunga kredit, tahun 2006 mendatang, perbankan akan dihadapkan untuk menggali sumber dana murah. Sehingga kondisi itu akan menciptakan keseimbangan baru antara bunga kredit dan bunga dana. Namun, semua bankir sepakat, perbankan di tahun 2006, akan dihadapi bukan saja kesulitan menarik dana murah, tapi juga potensi kredit bermasalah yang meningkat dan juga perolehan bunga yang kian menipis
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130