Kredit BTN meningkat 58%
New Page 1 Bisnis Indonesia MALANG Bank Tabungan Negara (BTN) telah menyalurkan kredit sebesar Rp3,5 triliun selama kuartal 1/2008 naik sekitar 58% dari periode sama tahun lalu sementara target akhir tahun Rpl0,4 triliun. Purwadi, Direktur Kredit BTN, mengatakan
pada kuartal 1/2008 BTN telah menyalurkan kredit Rp3,5 triliun. Kredit sebesar itu sebagian besar disalurkan untuk kredit perumahan sehat sederhana (RSh) yang pada tahun ini ditargetkan dapat menjangkau 120.000 unit RSh. "Kami tetap optimistis pada akhir 2008,
target penyaluran kredit sebesar Rpl0,4 triliun itu dapat tercapai, meski dibayangi rencana pemerintah menaikkan BBM," katanya di sela-sela Gathering BTN cabang Malang dengan Realestat Indonesia (REI) Komisariat Malang, kemarin. Menurut dia, jika target penyaluran
kredit sebesar Rpl0,4 triliun tersebut tercapai berarti terjadi pertumbuhan sebesar 26%-30% dibandingkan dengan 2007. Meski pada kuartal selanjutnya diwarnai ketidakpastian karena dibayangi kenaikan inflasi, kondisi riil sektor properti belum tentu seburuk
yang diperkirakan. Dia mencontohkan pada realisasi kredit periode kuartal 1/2008. Semula ada analis yang menyatakan bahwa pada periode tersebut sektor properti akan lesu. Namun yang terjadi, lanjutnya, justru sebaliknya. Penyaluran kredit BTN malah tumbuh
58% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2007. Bahkan BTN menalangi hingga Rp503 miliar subsidi bunga kredit perumahan RSh. Danan subsidi suku bunga kredit dari pemerintah untuk RSh sudah terserap habis per-Agustus 2007. Pertimbangan lain, pangsa pasar
BTN terutama memberikan kredit perumahan pada nasabah berpenghasilan menengah ke bawah dan berpendapatan tetap. Karena itulah, mereka sebenarnya tidak terlalu terpengaruh dengan gejolak ekonomi nasional. Yang sangat terpengaruh adalah kalangan usahawan. Berkaitan
dengan naiknya BI Rate menjadi 8,25%, menurut Purwadi, BTN belum berencana ikut-ikutan menaikkan suku bunga. Struktur permodalan BTN masih memenuhi, sehingga tidak perlu menaikkan suku bunga. Namun untuk menjaga agar suku bunga BTN tidak naik, dia minta bantuan
pula terhadap para pengembang. "Ya uang pengembang ditaruh dong di BTN. Kalau tidak menaruh uang di BTN lalu tetap meminta kredit murah, apa ya bisa." BTN juga belum berencana mengevaluasi, apalagi merevisi rencana bisnis bank (RBB). Sampai saat ini BTN tetap
menjalankan program seperti yang telah ditetapkan. (k24)