Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Kredit Pemilikan Rumah Syariah Bersubsidi

16/06/2006
 
New Page 1 NERACA ,   Selain KPR, pemerintah juga memberikan subsidi untuk KPR Syariah. Kelompok sasaran dari KPRS bersubsidi diberikan kepada keluarga / rumah tangga yang baru pertama kali memiliki rumah dan termasuk ke dalam kelompok sasaran masyarakat berpenghasilan rendah. Pendapatan masyarakat yang masuk golongan ini adalah yang berpenghasilan antara Rp350 ribu sampai Rp1,5 juta Penghasilan dimaksud adalah penghasilan pemohon yang didasarkan atas gaji pokok pemohon atau pendapatan pokok pemohon per bulan. Subsidi diberikan kepada kelompok sasaran, baik yang berpenghasilan tetap maupun yang berpenghasilan tidak tetap, yang memenuhi persyaratan untuk memperoleh fasilitas kredit sesuai dengan ketentuan Bank. Pilihan skim subsidi yang diberikan lewat KPRS Bersubsidi hanya berupa salah satu dari : (i) Subsidi Selisih Bunga atau (ii) Subsidi Membangun Rumah, dengan 'besaran nilai subsidi untuk masing - masing kelompok sasaran sebagai berikut. Subsidi selisih bunga untuk ke lompak berpenghasilan Rp350 ribu mendapat Rp3,5 juta dan subsidi membangun rumah juga Rp3,5 juta. Untuk masyarakat berpenghasilan sekitar Rp900 ribu subsidi selisih bunganya dan subsidi membangun rumah Rp3 juta. Dan yang berpenghasilan Rp1,5 juta mendapat subsidi Rp2,4juta. Ketentuan Umum tentang KPRS Bersubsidi KPRS Bersubsidi disediakan oleh Bank dalam rangka memfasilitasi pembangunan atau perbaikan rumah sederhana sehat (Rs Sehat / RSH) secara swadaya oleh masyarakat berpenghasilan rendah, baik secara individu maupun berkelompok dalam wadah koperasi, sesuai kelompok sasaran. Jenis rumah yang dapat dibeli atau dibangun / diperbaiki oleh masing - masing kelompok sasaran mencakup seluruh pilihan jenis Rs Sehat / RSH dan sesuai dengan pagu pinjaman melalui KPRS Bersubsidi sebagai berikut kelompok pertama mendapatkan pagu pinjaman minimum Rp25 juta dan maksimum Rp36 juta. Kelompok kedua pagu pinjaman minimum Rpl4 juta dan maksimum Rp25 juta. Dan untuk kelompok sasaran ketiga hanya ada pagu maksimum sebesar Rp14 juta. KPRS Bersubsidi disediakan kepada kelompok sasaran, yang memiliki kapling milik bersertifikat, untuk membangun atau memperbaiki rumah secara swadaya yang memenuhi batasan pagu pinjaman perumahan dan memenuhi persyaratan yang diberlakukan atas : (i) Minimum Uang Muka; (ii) Maksimum Pinjaman (iii) Maksimum Jangka Waktu Pinjaman (Tenor) ; dan (iv) Skim Subsidi. KPRS dengan skim subsidi membangun rumah tidak mensyaratkan adanya uang muka, melainkan maksimum nilai pinjaman. Ketentuan Khusus Kelompok sasaran dengan penghasilan lebih tinggi diperbolehkan memiliki / membeli rumah dengan batas harga lebih rendah, atau membangun / memperbaiki rumah dengan total dana pembangunan yang diperlukan lebih rendah sepanjang tetap menggunakan skim dan nilai subsidi maksimum yang diperuntukkan bagi masing -masing kelompok sasaran. Kelompok sasaran dengan penghasilan lebih rendah diperbolehkan memiliki / membeli rumah dengan batas harga lebih tinggi dengan ketentuan nilai subsidi yang diterima mengikuti nilai subsidi kelompok sasaran di atasnya.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130