Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Kredit properti 2005 tumbuh 30,5%

23/02/2006
 
New Page 1 JAKARTA: Kendati mulai menurun di pengujung tahun, kredit properti perbankan Indonesia pada 2005 meningkat 30,55% (Rp20,56 triliun) dibandingkan 2004, dari Rp67,28 triliun menjadi Rp87,84 triliun. Hampir setiap bulan terjadi ekspansi kecuali pada Desember yang outstandingnya turun Rp 1,08 triliun. Berdasarkan data Bank Indonesia, kenaikan terbesar dikontribusi oleh kredit pemilikan rumah yang tumbuh Rpl3,94 triliun menjadi Rp56,03 triliun di akhir 2005. Kredit konstruksi, yang sering dikeluhkan pelaku industri properti kurang dibiayai bank, ternyata justru tumbuh 35,1% (Rp5,57 triliun) menjadi Rp21,43 triliun. Kenaikan terkecil dialami oleh kredit real estat yakni sebesar Rp 1,07 triliun menjadi Rp 10,37 triliun dari akhir 2004 sebesar Rp9,3 triliun. Dari sisi jumlah, kenaikan kredit properti sepanjang 2005 merupakan yang terbesar dalam lima tahun terakhir (2001-2005). Kenaikan terbesar kedua pada periode itu terjadi pada 2004 yakni sebesar Rp20,3 triliun atau 43,3%, terbesar dari sisi persentase. Penurunan outstanding pada bulan terakhir dalam satu tahun merupakan kencenderungan yang terjadi pada kredit properti. Penurunan pada Desember 2005 sebesar Rp 1,08 triliun merupakan yang terbesar karena sejak dua bulan sebelumnya daya beli masyarakat menurun akibat kenaikan harga bahan bakar minyak. Menurut Direktur Kredit Bank Tabungan Negara (BTN) Siswanto, pertumbuhan kredit properti dalam dua tahun terakhir terdorong oleh pengambilalihan aset-aset di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Pada saat yang sama, tambah dia, permintaan rumah sangat tinggi. "Makanya pembiayaan konstruksi juga tumbuh karena setelah dibeli dikembangkan lalu dijual lagi," kata dia kepada Bisnis, kemarin. Siswanto memperkirakan tahun inibisnis properti masih tumbuh cukup signifikan dan memerlukan pembiayaan bank. "Saya kira masih bisa tumbuh 20%. Daya beli pengaruhnya kecil karena kebutuhan yang sangat besar." Antusias Perbankan Indonesia terlihat masih sangat antusias dalam melakukan ekspansi kredit properti tahun ini. Bank Mandiri, bank terbesar di Indonesia dari sisi aset, tahun ini merencanakan ekspansi kredit jenis ini sebesar Rp4 triliun. BTN, bank dengan bisnis inti membiayai sektor properti, menargetkan pertumbuhan total kredit Rp5,5 triliun, dimana 95% (Rp5,2 triliun) untuk properti. Bank BNI, mematok pertumbuhan kredit pemilikan rumah Rp2 triliun, sehingga outstanding akhir 2006 mencapai Rp4 triliun. Demikian halnya dengan Bank BCA, bank terbesar kedua, yang mematok pertumbuhan Rp2 triliun (57,1%) untuk kredit rumah tahun ini, sehingga oustandingnya meningkat dari akhir tahun lalu Rp3,5 triliun. "Daya beli memang turun. Tetapi kebutuhan masyarakat akan rumah terus bertambah," ungkap Direktur Konsumer BCA Suwignyo Budiman.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130