Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Kredit rumah bersubsidi bank rendah

26/12/2006
 
New Page 1 JAKARTA: Kendati 33 bank telah berkomitmen turut membiayai rumah bersubsidi, namun realisasinya masih sangat rendah. PT Bank Tabungan Negara masih mendominasi pembiayaan yakni 97% dari 64.523 unit rumah yang telah dibangun hingga November. Bahkan, sepanjang tahun ini hanya 14 bank yang aktif dalam pembiayaan rumah sederhana Sehat bersubsidi ini. Masa berlaku kesepakatan bersama delapan bank malah habis bulan ini dan belum ada tanda tanda akan diperbarui. "Terus terang hanya BTN yang paling aktif. Sebenarnya makin banyak bank yang terlibat akan semakin baik," ungkap Deputi Bidang Pembiayaan Menteri Negara Perumahan Rakyat Iskandar Saleh di jakarta, pekan lalu. Dia mengakui sebagian besar bank masih mengalami banyak kendala seperti akses kepada pengembang yang rendah serta anggapan bahwa pembiayaan jenis ini kurang menguntungkan. "Padahal bagi bank ini merupakan kegiatan komersial karena pemerintah memberikan subsidi berupa selisih bunga." Iskandar juga menduga jumlah pembiayaan yang sangat kecil juga turut menjadi faktor rendahnya realisasi kredit. "Bagi bank, menangani kredit Rp l miliar dan Rp20 juta sama biayanya. Tapi kalau mereka berani main di volume maka sebenarnya besar juga. Buktinya ada bank yang bisa memberikan pembiayaan yang besar." Berdasarkan data Kementerian Negara Perumahan Rakyat; BTN merupakan bank yang paling aktif dengan menerbitkan KPR RSH bersubsidi untuk 62.087 unit rumah. Urutan kedua dengan selisih yang sangat jauh ditempati oleh PT Bank Negara Indonesia dengan 633 unit rumah. Bank Pembangunan Daerah Kal-timdan Kalsel tahun ini masing-masing membiayai 629 unit rumah dan 558 unit rumah. Sedangkan Bank DKI, BPD Sulsel, Kalbar dan Sumsel masing-masing 179,104, dan 94 unit rumah. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, salah satu bank yang masa kesepakatan bersama dengan pemerintah habis bulan ini, pada 2006 membiayai 89 unit rumah.   Bank swasta Tidak satupun dari lima bank swasta yang terikat kesepakatan bersama mencairkan kredit tahun ini. Kelima bank tersebut yakni Bank Danamon, Bukopin, Persyarikatan, Kesejahteraan Ekonomi, dan Bumiputra. Sementara dari 24 BPD yang telah berkomitmen hendak membiayai rumah bersubsidi, hanya sembilan yang mencairkan kredit kepemilikan rumah bersubsidi ini. Kendati hanya 14 bank yang aktif, dana subsidi 2006 yang disediakan oleh pemerintah sebesar Rp252 miliar telah habis terserap. Menurut Iskandar, tahun depan anggaran untuk keperluan serupa ditetapkan sebesar Rp300 miliar. "Dari jumlah itu, Januari nanti BTN sudah siap untuk mencairkan subsidi sebesar Rp75 miliar," kata dia. Sedangkan untuk bulan ini, 13 lembaga keuangan yang besar adalah bank hendak mencairkan subsidi sebesar Rp62,65 miliar untuk pembangunan 14.527 unit rumah. Dari jumlah itu, 14.006 di antaranya oleh BTN. Bisnis Indonesia  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130