Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


LEWAT KPR BERSUBSIDI

Sumber: Berita Kota
26/11/2009
Masyarakat Kelas Bawah Bisa Membeli Rumah

KPR bersubsidi diluncurkan untuk membantu rakyat kelas menengah ke bawah agar bisa memiliki rumah. Syaratnya, pemohon baru pertama kali memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi perumahan, serta memiliki penghasilan tetap atau tidak tetap dengan nilai penghasilan maksimal Rp2,5 juta/bulan.
 
KEBUTUHAN terhadap papan (rumah red) merupakan kebutuhan pokok di samiping sandang dan pangan. Sayangnya, suku bunga bank yang besar menyebabkan rakyat, khususnya kelas menengah bawah harus menahan hasratnya untuk bisa punya rumah sendiri dan tidak lagi mengontrak. Namun, itu adalah cerita masa lalu

Sebab, saat ini rakyat sudah bisa memiliki rumah sendiri walaupun dengan cara mencicil ke Bank. Hal itu dapat terwujud karena adanya kebijakan dari Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera) di bawah kepemimpinan Menpera Suharso Monoarfa yang memberikan subsidi kepada rakyat yang ingin punya rumah sendiri

Subsidi itu dikucurkan lewat program kredit perumahan rakyat (KPR) bersubsidi yang merupakan program prioritas 100 hari Kemenpera. "Program KPR bersubsidi diluncurkan oleh Kemenpera memang bertujuan untuk membantu rakyat kelas menengah ke bawah agar bisa memiliki rumah." terang Kabag Humas dan Protokol Kemenpera, Eko Suhendratrna.

Dilanjutkan Eko. untuk bisa mendapatkan KPR bersubsidi itu, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat selaku pemohon. Hal itu ditujukan agar subsidi yang berasal dari dana APBN tidak mengalami kebocoran alias tepat sasaran dan peruntukan. Persyaratan itu antara lain, pemohon baru pertama kali memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi perumahan. Syarat lainnya, pemohon memiliki penghasilan tetap atau tidak tetap dengan nilai penghasilan maksimal Rp2,5juta bulan yang dikelompokan kedalam 3 (tiga) kelompok sasaran (KS), yaitu KS I batas penghasilan Rp1,7 juta< 2.5 juta, KS II batas penghasilan Rp 1 juta < Rp 1,7 juta, dan KS III batas penghasilan < Rp 1 juta.

Menurut Eko, penghasilan tersebut adalah penghasilan yang didasarkan atas gaji pokok pemohon atau pendapatan pokok pemohon per bulan. Di samping itu ada ketentuan lain yang harus dipatuhi. "Hal itu terkait harga maksimum rumah yang akan dibeli, di mana tidak boleh melebihi harga  Rp 55 juta (KS I), tidak melebihi Rp 41 juta (KS II), dan tidak melebihi Rp28 juta (KS III) penghasilan dibuat sangat ketat untuk memastikan subsidi ini tepat sasaran dan sesuai dengan peruntukan," tambahnya. Eko menjelaskan untuk bisa mendapatkan subsidi KPR tersebut, para pemohon bisa langsung menghubungi bank, Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB), dan Koperasi Pelaksana yang telah menjalin kerjasama (MOU) dengan Kemenpera, seperti Bank BTN, Bank BNI, Bank BRI. Bank Persyarikatan, Bank Bukopin, Bank Bumi Putera, Bank Century (Permata), dan Bank Yudha Bhakti. Selain itu, beberapa Badan Perkreditan Rakyat (BPR)dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) di beberapa daerah yang juga telah menjalin kerjasama dengan Kemenpera.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130