Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Laba BTN Melejit 86%

Sumber: Investor Daily, 31 Maret 2011
05/04/2011
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berhasil membukukan laba bersih per 31 Desember 2010 sebesar Rp 915 Miliar. Perolehan laba tersebut tumbuh 86,73% dibandingkan periode yang sama 2009.
 
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berhasil membukukan laba bersih per 31 Desember 2010 sebesar Rp 915 Miliar. Perolehan laba tersebut tumbuh 86,73% dibandingkan periode yang sama 2009.

"Laba bersih kami pada 2010 mencapai 915 Miliar, meningkat 86,73% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 490 Miliar," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di Jakarta, Rabu (30/3).

Kenaikan laba yang signifikan tersebut, menurut Iqbal, disebabkan kinerja segenap karyawan BTN khususnya kinerja para kepala divisi. Meski demikian, pihaknya menilai kenaikan laba akan menjadi tantangan BTN ke depan dalam sisi aset.

Iqbal menjelaskan, total aset BTN mencapai Rp 68,38 Triliun per 31 Desember 2010. Aset perseroan tersebut tumbuh 17% dibandingkan periode 2009 senilai Rp 58,44 Triliun. "Ini merupakan tantangan bagi BTN, agar dapat meningkatkan aset menjadi Rp 100 Triliun dalam beberapa tahun ke depan. Untuk mencapai hal tersebut, tentu kami harus bekerja keras dan lebih meningkatkan mutu produk kami, terutama produk KPR yang menjadi andalan BTN," tegas dia.

Data kinerja laporan keuangan audit BTN 2010 menunjukkan, penyaluran kredit BTN per 31 Desember 2010 mencapai Rp 51,55 Triliun. Realisasi tersebut meningkat 26,56% dari 2009 senilai Rp 40,73 Triliun. Persentase pertumbuhan sebesar 26,56% tersebut, menurut Iqbal, merupakan hal yang sangat membanggakan. Pasalnya, kinerja tersebut berada di atas pertumbuhan rata-rata industri sekitar 22 - 24%.

Produk kredit perumahan seperti KPR dan kredit konstruksi mengontribusi terbesar pertumbuhan kredit mencapai 90,9%. Sedangkan 9,1% dikontribusi oleh kredit nonperumahan. Tahun ini, BTN menargetkan debitor kredit pemilikan rumah (KPR) mencapai 120 ribu debitur.

Sebelumnya, Iqbal mengatakan perseroan menargetkan ekspansi penyaluran kredit perumanan rakyat (KPR) sebesar Rp 26 Triliun pada 2011. Tahun lalu, penyaluran KPR perseroan mencapai Rp 21 Triliun.

'Tahun ini, kami berencana menyalurkan kredit baru KPR sebesar Rp 26 Triliun. Target tersebut inline (sejalan) dengan tingkat pertumbuhan kredit kami sekitar 25 - 30%, atau di atas rata-rata pertumbuhan industri," jelas dia.

Di sisi lain, BTN menghimpun dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 47,54 Triliun hingga akhir 2010. Realisasi DPK tersebut tumbuh 18,23% dibandingkan 2009 senilai Rp 40,21 Triliun.

Tambah Jaringan Kantor

Perseroan berencana menambah sarana pendukung seperti ATM dan Jaringan kantor. Hal ini untuk menjaring lebih banyak nasabah pada 2011. "Tahun ini, kami menargetkan pembukaan 200 unit kantor kas dan 215 unit mesin ATM. Sampai akhir Maret ini, BTN telah menambah kantor kas sebanyak 111 unit," urai dia.


BTN juga akan menambah jumlah kantor layanan di kantor pos sebanyak 616 cabang. Sampai akhir 2010, jumlah kantor layanan BTN di kantor-kantor pos mencapai 2.661 cabang.

Saat ini, perseroan memiliki sekitar 3.000 outlet tea lebih dari 700 unit ATM di seluruh Indonesia. BTN juga memiliki 63 kantor cabang, 214 kantor cabang pembantu, 20 kantor cabang syariah, dan delapan kantor cabang pembantu syariah. (c13)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130