Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Laba BTN Melonjak 84 %

Sumber: Investor Daily, 26 Oktober 2010
26/10/2010
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) membukukan laba bersih Rp 597 miliar periode Januari-September 2010. Jumlah itu melonjak 84,26% dibanding periode sama 2009 sebesar Rp 324 miliar.

 
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) membukukan laba bersih Rp 597 miliar periode Januari-September 2010. Jumlah itu melonjak 84,26% dibanding periode sama 2009 sebesar Rp 324 miliar.

"Kami optimistis merealisasikan target laba bersih tahun ini sekitar Rp 746 miliar. Tahun lalu, laba bersih kami Rp 490,73 miliar," ujar Direktur Utama BTN Iqbal Latanro saat konferensi pers paparan kinerja perseroan di Jakarta, Senin (25/10).

la menjelaskan, hingga Triwulan III-2010, kinerja bank pelat merah itu secara umum meningkat dibanding posisi yang sama tahun 2009. Berdasarkan laporan kinerja perseroan per 30 September2010 (unaudited),aset perusahaan tumbuh signifikan.
"Per 30 September 2010, BTN membukukan aset sebesar Rp 63,50 triliiun atau tumbuh 23,31% dari posisi yang sama tahun 2009 sebesar Rp 51,50 triliun," papar dia.

Total kredit yang sedang berjalan (outstanding) mencapai Rp 49,18 triliun pada akhir September 2010, atau meningkat 29% dibanding periode sama tahun lalu Rp 38,12 triliun. Mayoritas kredit itu disalurkan ke kredit pemilikan rumah (KPR).

"KPR masih mendominasi penyaluran kredit perseroan, dengan kontribusi mencapai 91,7% dari total kredit," kata dia.

Iqbal menuturkan, KPR tetap menjadi andalan perseroan untuk ekspansi kredit. Perusahaan bahkan merevisi target porsi penyaluran KPR dari semula 75% menjadi 85% pada 2012. Sedangkan sisanya disalurkan untuk kredit non KPR.

la menjelaskan, sampai akhir September 2010, total penyaluran KPR BTN mencapai Rp 36,45 triliun atau naik 21,93% dibanding akhir September 2009 Rp 29,89 triliun. Sebanyak 97% dari pembi-ayaan itu merupakan KPR bersubsidi dan sisanya 11% nonsubsidi.

"Penyaluran KPR bersubsidi naik 19,77%, sedangkan nonsubsidi tumbuh 25,18%. Sampai sekarang, pangsa pasar KPR BTN sebesar 27% dari total KPR di Indonesia," ucap Iqbal.

Meski pembiayaan naik, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NW) bersih perseroan turun dibanding akhir September tahun lalu, menjadi 3,48%. Perseroan menargetkan NPL bersih pada akhir tahun ini di bawah 3%.

Managing Director BTN Irman A Zahirudin menjelaskan, perseroan akan mengembangkan penyaluran kredit dengan Fasilitas likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). BTN menargetkan penyaluran KPRmelalui program tersebut Rp 1,7 triliun hingga akhir Desember 2010. Sejak diluncurkan awal Oktober ini, BTN telah menyalurkan KPR murah ini senilai Rp 120 miliar.

"FLPP dipastikan mendongkrak kapasitas penyaluran kredit perusahaan. Pada skim pembiayaan bersubsidi tersebut, pemerintah akan menyediakan 60% sumber pendanaan KPR, dalam bentuk penempatan dana di BTN," imbuh Irman.
Sementara itu, Direktur Keuangan BTN Saut Pardede mengungkapkan, pihaknya menargetkan pertumbuhan kredit 27-30% tahun depan. Target tersebut dihitung berdasarkan ekspektasi tingkat inflasi dan suku bunga yang terkendali.
"Pada 2010 dan 2011, inflasi perkirakan masih terkendali. Sedangkan tingkat suku bunga kemungkinan "bergerak kurang lebih 1%, sehingga permintaan kredit masih terjaga," ujar dia

Iqbal menambahkan, perolehan dana pihak ketiga (DPK) perseroan mencapai Rp 43,03 triliun pada akhir kuartal HI-2010, atau tumbuh 27,62% dibanding posisi sama tahun lalu Rp 33,72 triliun. Dari jumlah itu, sebanyak 67% berupa deposito dan sisanya 33% dana murah (giro dan tabungan).

"Dari total Rp 43,03 triliun dana masyarakat yang kami himpun, sebanyak 11,1% berupa giro dan 22% tabungan," imbuh dia.

Unit Syariah

Pada akhir September 2010, aset unit usaha syariah (UUS) perseroan mencapai Rp 2,85 triliun. Iqbal mengatakan, aset UUS BTN tumbuh 39,51% dari Rp 2,04 triliun pada akhir September 2009.

"Aset UUS BTN diharapkan mencapai Rp 3 triliun pada akhir tahun ini," papar dia.
Pembiayaan syariah perseroan melonjak jadi Rp 2,61 triliun pada akhir kuartal III-2010, atau meningkat 45,04% dibanding periode sama tahun lalu Rp 1,80 triliun. Sejalan dengan itu, DPK tumbuh 45,57% dari Rp 1,22 triliun pada akhir September 2009 menjadi Rp 1,77 triliun.

Aksi Korporasi Untuk mengimbangi pertumbuhan bisnis, kata Saut, perseroan berencana mencari alternatif sumber pembiayaan jangka panjang. Alternatif tersebut antara lain obligasi surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) dan sekuritisasi aset.
"Pencarian sumber dana jangka panjang itu disesuaikan dengan karakter kredit yang kami salurkan, yaitu KPR yang biasanya memiliki jatuh tempo hingga 15 tahun," tandas dia. ' la menjelaskan, sumber dana ekternal yang bakal dicari perusahaan sekitar 25-30% dari total pendanaan (funding).

<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130