Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Lembaga Pembiayaan PT SMF belum Juga Laksanakan Sekuritisasi Aset

10/04/2007
 
Jakarta (Suara Karya): PT Sarana Multigriya Financial (SMF) sebagai BUMN yang menangani fasilitas pembiayaan sekunder perumahan dinilai terlalu lambat melaksanakan Pemilikan Rumah (KPR) yang disekuritisasi.   “Kita inginkan adanya percepatan dengan demikian dapat mendukung program perumahan yang dijalankan pemerintah,”Kata direktur Pemasaran Bank Tabungan Negara (BTN) Iqbal Latanro saat dihubungi di Jakarta, Rabu.   Iqbal mengakui sudah ada dana yang dititipkan dalam rekening BTN namun jumlahnya tidak signifikan hanya RP 100 miliar. Itu pun bukan dalam rangka sekuritisasi asset namun hanya dana yang ditempatkan di BTN dari total dana yang dimiliki BUMN ini sebesar Rp 1 triliun.   Menurut Iqbal, sebenarnya untuk proses sekuritisasi asset KPR tidak menjadi masalah bagi PT SMF meskipun Undang-Undang sekuritisasi belum diterbitkan karena yang terpenting program pembiayaan sekunder perumahan dapat berjalan.   Selama ini, dari sudut PT SMF aspek perpajakan dan hukum masih menjadi faktor penghambat dalam menyelenggarakan sekuritisasi asset KPR, sehingga dalam pelaksanaannya terlebih dahulu harus ada kesepakatan dengan bank yang asetnya akan sekuritisasi.   Menurut Iqbal, dengan semakin banyaknya asset KPR yang dapat dibeli melalui PT SMF maka kapasitas dalam menyalurkan kredit juga semakin meningkat tanpa harus mengganggu rasio kecukupan modal (CAR).   Sebelumnya, Dirut PT SMF Erica Soeroto mengatakan, apabila program ini dapat meningkatkan efisiensi dalam penyaluran KPR bahkan mampu mempengaruhi tingkat bunga di pasar primer sampai dengan 8 persen dari kondisi bunga saat ini yang masih berkisar 15 persen.   Lebih lanjut dia mengatakan, belum juga direalisasikannya sekuritisasi asset karena beberapa hambatan diantaranya izin, pajak, serta pendaftaran hak atas tanah yang sampai saat ini masih tumpang tindih.   Saat ini proses sekuritisasi asset KPR Bank BTN masih dalam tahap inventarisasi untuk memilih yang paling layak, ujarnya. PT SMF sendiri menargetkan proses sekuritisasi asset dapat dilaksanakan pada Juli sampai Agustus 2007.   Sebelumnya, sudah terjalin MOU antara BTN dan PT SMF namun sebagai tahap awal dana yang akan disekuritisasi baru sampai Rp 100 miliar, padahal yang akan MOU tersebut komitmennya seharusnya sampai dengan Rp 500 miliar.      
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130