Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Mandiri dan Stanchart Tangani Obligasi BTN

15/06/2006
 
New Page 1 JAKARTA - PT Mandiri Sekuritas dan Standard Chartered Securities ditunjuk menangani penerbitan obligasi Bank Tabungan Negara sekitar Rp l triliun. Obligasi ber- jangka waktu 5-10 tahun akan diter- bitkan pada semester II tahun ini. Demikian informasi yang diperoleh Investor Daily dari seorang pelaku pasar. Menurut informasi  itu, BTN berencana menerbitkan  obligasi dengan kisaran Rp 500-750 miliar. Direktur BTN Siswanto ketika dihubungi membenarkan penunjukan kedua penjamin emisi tersebut. Namun, kepastian penerbitan obligasi ini, lanjut Siswanto, masih menunggu kondisi pasar. "Itu bisa pada awal semester dua atau akhir semester dua," ujar Siswanto, kepada Investor Daily, Minggu (11/6). Menurut Siswanto, penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk modal kerja BTN. "Selain itu untuk mendukung ekspansi kredit dalam pembiayaan rumah. Mudah-mudahan akan terserap di pasar dan sesuai rencana kita," kata Siswanto kepada Investor Daily, di Jakarta, Minggu (11/6). Siswanto menjelaskan, rencana aksi korporasi ini sudah disetujui oleh pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar pada Januari lalu. Kepastian waktu penerbitannya masih menunggu kondisi pasar yang kondusif. "Kami belum putuskan yield-nya (imbal hasil). Masih dikaji terus," terangnya. Sedangkan dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk menunjang ekspansi kredit perseroan yang tahun ini ditargetkan sebesar Rp 5,7 triliun. Menurut Siswanto, tahun ini, BTN menargetkan perolehan laba bersih Rp 423 miliar dengan total kredit sebesar Rp 5,7 triliun. Pembiayaan kredit rumah sehat sederhana (RSH) sebanyak 100 ribu unit dari target pembangunan rumah nasional 130 ribu unit. "Mudah-mudahan semua terget bisnis kita akan tercapai. Karena sudah diperhitungkan secara matang, termasuk faktor kondisi makro ekonomi," jelas dia. Sebelumnya dalam RUPS yang digelar pada Januari lalu, Pemerintah telah membuka peluang kepada Rank BTN untuk menawarkan saham perdana ke publik (Initial Public Offering/IPO) atau aliansi strategis guna mendukung program privatisasi. Namun, usaha itu masih menunggu peraturan perundang-undangan dan kondisi pasar. "Prinsipnya pemerintah setujui itu. Tapi, opsinya masih menunggu pemerintah mana yang dipilih," kata Direktur Utama Bank BTN Kodradi pada waktu itu. Untuk kinerja 2005 unaudited, Bank BTN memperoleh laba bersih mencapai Rp 419 miliar atau lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebesar Rp 365 miliar. Sedangkan total kredit 2005 mencapai Rp 5,82 triliun, lebih tinggi dibandingkan target semula yakni Rp 4,08 triliun. Mengenai total kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross sepanjang 2005 sebesar 3,96%. Sedangkan rasio NPL net 1,17%. Sedangkan rasio kredit dibanding simpanan (loan to deposits ratio/LDR) hampir mencapai 70%. Aset BTN saat ini mencapai Rp 28,6 triliun. (jad)  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130