Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Masih Perlu Penyempurnaan

17/03/2006
 
New Page 1 Fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) yang diberikan kalangan perbankan memang makin variatif dengan tingkat suku bunga yang kompetitif. Ini tentu akan menguntungkan konsumen. Namun, menurut Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI), Fuad Zakaria, masih banyak yang perlu disempurnakan oleh kalangan perbankan. Fuad lalu menyoroti tentang Bank Tabungan Negara (BTN) yang selama ini banyak memberikan fasilitas KPR untuk rumah sederhana sehat (RSH). Kebetulan juga kebanyakan anggota APERSI adalah pengembang yang membangun perumahan untuk masyarakat menengah ke bawah. Menurutnya, BTN sudah maksimal pada kapasitasnya. Target yang ditetapkan pun bisa terlampaui. Misalnya tahun lalu BTN menargetkan 75 ribu unit RSH. Kenyataannya, BTN bisa mencapai 78 ribu unit. Tahun ini, pihaknya juga optimistis BTN bakal bisa melampaui target 100 ribu unit rumah. "Harus diakui BTN memang fokus di bidang itu. Sumber daya manusianya juga profesional. Namun banyak hal yang harus disempurnakan oleh BTN," ujarnya kepada Republika. Penyempurnaan tersebut, katanya, pada pelayanan kepada konsumen dan pengembang. Selama ini, waktu yang dibutuhkan untuk persetujuan pengajuan KPR masih cukup lama. "Ini perlu diupayakan agar bisa dipersingkat," ujar Fuad. Selain itu, komunikasi dengan pengembang juga harus lebih dintensifkan."Kami kan pengembang untuk masyarakat menengah ke bawah. Jadi, margin keuntungan kami sedikit. Kalau waktu untuk pengajuan kredit lama, margin keuntungan kami semakin sedikit," kata Fuad menambahkan. Sumber daya manusia (SDM), lanjut Fuad, juga perlu ditingkatkan, baik kualitas maupun kuantitasnya. Apalagi dengan target yang semakin meningkat, SDM dituntut lebih profesional dan jumlahnya memadai. Secara umum, Fuad menilai, saat ini kalangan perbankan yang memberikan fasilitas KPR lebih berhati-hati. Hanya sedikit di antara mereka yang melakukan ekspansi. "Situasi sekarang memang kurang kondusif. Yang perlu didorong adalah bagaimana agaf tingkat suku bunga Bank Indonesia bisa turun sehingga membawa dampak pada turunnya bunga KPR," jelas Fuad.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130