Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Memprihatinkan, Kehidupan Beragama di Tanah Air

26/08/2003
 
Jakarta, KOMPAS - Kehidupan beragama di Tanah Air semakin hari semakin memprihatinkan. Di sisi lain makin sulit mendapatkan pemimpin yang bisa dijadikan suri teladan. Demikian rangkuman wawancara dan seminar nasional, "Peran Pemuka Agama dalam Pemberdayaan Kaum Miskin" yang berlangsung di Gedung Menara Bank BTN, Jakarta, Sabtu (23/8) malam. Acara diselenggarakan oleh Tim Jati Diri Bangsa. Hadir dalam acara tersebut mantan Menteri Agama M Quraish Shihab, Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Kiki Syahnakri, Mantan Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Surjadi Soedirdja, Ketua Umum Tim Jati Diri Bangsa Soemarno Soedarsono, Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional Ermaya Suradinata, Direktur Utama Bank Tabunga Negara Kodradi, serta rohaniawan dari berbagai agama di Tanah Air. Dalam aara dialog, Pendeta Andreas, yang menjadi salah satu peserta mengingatkan, kehiodupan beragama di Tanah Air memprihatinkan. "Cara kita hidup beragama sudah terlampau ritualistik, formalistik, dogmatis, dan sering kali tidak ada hubungannya dengan realitas sosial di sekitarnya. Bahkan muncul kecenderungan untuk menjadikan simbol-simbol agama sebagai tempat para pelaku tindak kejahatan untuk berlindung dari tindakan para penegak hukum," tandas Andreas berapi-api. Menurut dia, makin menguatnya kehidupan beragama yang ritualistik, formalistik, dan dogmatis ini menjadi salah satu sumber kekerasan hubungan antar umat beragama. Kepada tim dia mengingatkan bahwa para pemuka agama punya keterbatasan dalam membangun karakter bangsa. "Para pemuka agama butuh dukungan para penegak hukum dan hak asasi manusia (HAM). Tanpa dukunga mereka, mustahil mengharapkan para pemuka agama membangun karakter bangsa," demikian kata Andreas. Peserta lain seorang biksu Buddha menambahkan, masyarakat Indonesia mulai membatasi kehidupan beragamanya sebatas kartu tanda penduduk (KTP). "Mengaku agamis cuma sebatas agama yang tertera di KTP, tapi perilaku sehari-hari mereka penuh dendam, iri hati, dan keserakahan," ucapnya.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130