Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Menegpera Upayakan Dana Lewat DAK Untuk Membangun Rumah Bagi Keluarga Miskin

24/07/2007
 
MAJALENGKA, (PR). Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menegpera) H.M. Yusuf Asyari berjanji akan berupaya mendorong pengalokasian dana dari pemerintah pusat lewat dana alokasi khusus (DAK) bagi kabupaten/kota di Indonesia yang khusus untuk membangun rumah bagi keluarga miskin yang selama ini hanya mengandalkan APBD setempat dan Departemen Sosial (Depsos). Hal itu disampaikan Menegpera saat berkunjung ke Majalengka, Sabtu (21/7), ketika menjawab permintaan Wakil Ketua DPRD Majalengka H. Sutrisno dan pertanyaan Agus Andri dari Dinas Kimpraswil setempat, sehubungan Kementerian Perumahan Rakyat selama ini tidak pernah memberikan dukungan anggaran bagi pembangunan rumah warga, termasuk keluarga miskin. Diakui Menegpera, pembangunan perumahan untuk penduduk miskin yang ada di daerah, selama ini ditangani penuh oleh Depsos. Hal ini karena institusinya hanya memberikan subsidi serta memfasilitasi pengembang dengan pihak bank untuk membangun rumah susun atau perumahan lainnya. Tahun ini, subsidi yang diberikan pemerintah lewat kepemilikan rumah senilai Rp 300 miliar untuk 50.000 unit rumah berbagai tipe atau maksimal tipe 36. Ke depan atau lewat perubahan APBN tengah diajukan dana Rp 500 miliar untuk kepemilikan rumah sehubungan masih "cukup banyak keluarga yang belum memiliki rumah. "Namun jumlah tersebut tampaknya tidak akan disetujui seluruhnya, kabarnya hanya akan disetujui senilai Rp 300 miliar," ungkap Yusuf seraya menyebutkan berdasarkan data BPS jumlah warga yang belum memiliki rumah masih sekitar 6 juta orang. Menurut dia, permintaan rumah setiap tahunnya mencapai 800.000. Penanganannya sebagian dipenuhi dengan cara swadaya yang membangun rumah di atas tanah mereka'sendiri atau sebesar 70%, sisanya 30% dari pasar perumahan yang dibuat para pengembang dan dijual lewat KPR. Sewa beli Namun bagi mereka yang membangun rumah atau memperbaiki rumah secara swadaya juga berhak mendapatkan subsidi. Yakni, dengan cara mengajukan ke bank-bank nasional, BTN, atau lewat Bank Pembangunan Daerah. "Semua berhak mendapatkan subsidi, asal pengajuannya lewat bank. Kenapa kita memberikan subsidi lewat bank, karena tidak ada administrasi lain yang bisa menandingi akurasi bank." ungkap Yusuf. Selain pemberian subsidi untuk kepemilikan rumah, pihaknya juga tengah menyediakan program sewa beli. Bagi yang tidak memiliki uang muka, masyarakat bisa menyewa terlebih dulu, dalam 5 tahun. Uang yang mereka bayarkan itu sebagian untuk sewa, sebagian untuk uang muka. Setelah itu mereka membuat akad kredit dan akhirnya rumah yang mereka tempati bisa menjadi milik mereka. Hanya, ini bisa kita lakukan jika kita memiliki dana dan APBN belum memberikan modal untuk sistem ini.. Pada saat dialog dengan masyarakat, ada keinginan dari pengusaha genteng seperti yang disampaikan H. Iping agar pemerintah memberikan imbauan terhadap pengembang agar menggunakan genting keramik seperti yang dibuat oleh pengusaha genting Jatiwangi, Menegpera ternyata menolak hal tersebut. Menurut dia, sekarang ini sistem dagang bukan lagi berdasarkan pada demand, tetapi bergantung juga pada kualitas barang, promosi, dan lain-lain sehingga banyak faktor yang menentukan kenapa seseorang memilih suatu barang. "Tampaknya bukan zamannya lagi pemerintah harus memproteksi satu barang. Yang mungkin sekarang adalah pengusaha lebih proaktif menawarkan, mempromosikan, dan memperbaiki kualitas barang. Kalau sudah terjadi keserasian harga dan barang, akan terjadi sebuah transaksi," ungkap Menegpera. (C-30) ***
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130