Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Menghitung Gaji untuk Pengajuan KPR

05/05/2006
 
New Page 1 Kredit pemilikan rumah (KPR) sekarang memang banyak ditawarkan oleh kalangan perbankan. Ini tentu saja menggembirakan bagi masyarakat yang ingin mewujudkan impian memiliki rumah. Saat ini, selain KPR konvensional, ada juga KPR syariah yang ditawarkan oleh sejumlah bank. KPR jenis ini tidak hanya ditawarkan oleh bank-bank syariah, namun juga oleh bank konvensional yang telah membuka unit syariah. Apa pun jenisnya, untuk mengajukan KPR tetap membutuhkan persiapan. Yang paling penting adalah persiapan dalam hal pendanaan. Ini berarti, pendapatan atau gaji per bulan harus dipersiapkan sedemikian rupa untuk membayar cicilan KPR. Para ahli perencana keuangan mengingatkan, agar keuangan keluarga tidak terganggu atau terancam, maka besarnya cicilan KPR dan hutang-hutang yang lain maksimal adalah 30 persen dari total gaji atau pendapatan per bulan. Jika besarnya cicilan hutang lebih dari itu, maka kebutuhan keluarga bisa tidak terpenuhi. Lambat laun, hal ini bisa menganggu kelangsungan dan keharmonisan keluarga. Ahli perencana keuangan, Safir Senduk, seperti dikutip situs perencana keuangan, mengemukakan ada beberapa perhitungan gaji atau pendapatan yang perlu diperhatikan sebelum mengajukan KPR : 1. Untuk mengambil KPR, bank biasanya mensyaratkan down payment (DP). Besarnya DP ini bervariasi. Namun umumnya bank menentukan besarnya DP sebesar 20 hingga 30 persen dari harga rumah. Misalnya rumah seharga Rp 100 juta, dan DP nya sebesar 20 persen, maka uang yang harus dibayarkan untuk uang muka sebesar Rp 20 juta. Uang sebesar inilah yang harus dipersiapkan terlebih dahulu untuk mengajukan KPR. Sedangkan 70 persen sisanya akan dibayar dengan cara dicicil. 2. Jika kita sudah memiliki dana cukup untuk uang muka, maka pengajuan KPR tidak akan menjadi masalah. Namun jika tidak, maka sebaiknya niat untuk membeli rumah ditunda terlebih dahulu sambil terus menabung untuk keperluan uang muka. Misalnya, kita bisa menyisihkan uang sebesar Rp 1 juta dari total gaji per bulan untuk tabungan, maka diperlukan waktu 20 bulan agar kita bisa membayar uang muka rumah yang sebesar Rp 20 juta. 3. Aturlah sedemikian rupa cicilan KPR yang akan kita bayarkan ke bank.Pihak bank kemungkinan akan menolak pengajuan KPR kita jika besarnya cicilan KPR dan hutang-hutang lain lebih dari 30 persen daritotal gaji atau pendapatan. Misalnya, jika gaji kita perbulan adalah Rp 3 juta. Cicilan hutang-hutang yang harus dibayarkan tiap bulan Rp 750 ribu. Jika kita kemudian mengajukan KPR dengan besar cicilan misalnya Rp 750 ribu per bulan, maka berarti total hutang kita yang harus dibayarkan sebesar Rp 1,5 juta per bulan. Angka ini berarti 50 persen dari total gaji. Jika kita mengajukan kredit dalam kondisi seperti ini, maka kemungkinan bank akan menolaknya. Agar pengajuan KPR kita disetujui, maka usahakanlah untuk mengurangi besarnya hutang di tempat lain. Caranya dengan menutup hutang di tempat lain tersebut baru mengajukan KPR. KPR memang sebuah kemudahan untuk mendapatkan rumah impian. Namun untuk itu tetap perlu perencanaan dan persiapan yang matang.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130