Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Menpera Minta Tambah Dana Subsidi Rumah

12/06/2008
 
New Page 1 Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) M. Yusuf Asyari mengusulkan penambahan anggaran subsidi perumahan sebesar Rp 1,4 triliun dalam RAPBN 2009. Anggaran Ini naik hampir dua kali lipat dari anggaran 2008 sebesar Rp 800 miliar. PENAMBAHAN anggaran ini direncanakan untuk mengejar target pembangunan sejuta rumah dan seribu tower rumah susun sederhana (rusuna) sampai 2011. Tahun 2009 ditargetkan pembangunan rumah formal 240 ribu unit terdiri dari rumah sederhana sehat (RSh), rusunami dan rusunawa. Selain itu, Menpera juga minta penambahan anggaran untuk operasional apartemen sebesar Rp 1,3 triliun. Tahun lalu, anggarannya hanya Rp 600 miliar. "Jumlah itu baru merupakan usulan. Anggaran untuk subsidi perumahan Rp 1,4 triliun," kata Menpera dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR, kemarin. Menpera melanjutkan, total anggaran yang dibutuhkan Kemenpera tahun 2009 mendatang adalah sebesar Rp 3,1 triliun. "Jumlah ini jika dihitung pengajuan kami terhadap anggaran subsidi sebesar Rp 1,8 triliun," jelas Menpera. Menpera melanjutkan, dengan besaran pagu indikatif untuk anggaran subsidi yang hanya Rp 1,4 triliun itu harus diusahakan lagi menutupi kekurangannya dengan bekerja keras dan berusaha. Walaupun begitu, jumlah ini sebenarnya terus mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. "Anggaran untuk subsidi sekarang saja sebenarnya sudah kedodoran," ungkap Menpera. Dimana pihaknya selalu harus menutupi pembayaran tagihan di tahun-tahun sebelumnya dengan anggaran subsidi yang ada di tahun mendatang. Sementara itu, untuk daya serapan dari pemanfaatan APBN 2008 hingga 31 Mei 2008 baru mencapai 15 persen. "Jumlah itu diluar daya serap anggaran khusus untuk subsidi yang telah mencapai 58 persen," jelas Menpera. Pihaknya menilai daya serap ini sudah bagus. Menpera juga menjelaskan alasan daya serap yang dinilai DPR RI masih rendah ini. Lanjutnya, beberapa hal yang terjadi telah menghambat serapan anggaran ini. Salah satu diantaranya adalah ketentuan pemotongan sebesar 10 persen yang dikeluarkan Menteri Keuangan. "Pemotongan ini prosesnya lama dan terputus-putus dan kami tidak diizinkan untuk terus, jalan sehingga mengalami keterlambatan," terangnya. Menurutnya, pihaknya akan tetap optimis kiranya anggaran yang diperolehnya untuk tahun 2008 ini akan habis di tahun 2008 ini juga. TYA
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130