Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Menunggu Likuiditas Saham BTN

Sumber: Investor Daily, 05 Oktober 2010
05/10/2010
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) tahun ini diproyeksikan memiliki kinerja keuangan baik, setelah menerima fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebesar Rp. 2,68 triliun. Saham BBTN juga diyakini masih cukup murah dan berpotensi menguat signifikan.
 
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) tahun ini diproyeksikan memiliki kinerja keuangan baik, setelah menerima fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebesar Rp 2,68 triliun. Saham BBTN juga diyakini masih cukup murah dan berpotensi menguat signifikan.

Tahun ini, Bank Tabungan Negara (BTN) menargetkan pertumbuhan kredit baru sebesar Rp 20 triliun. Alokasi dana ini jumlahnya naik 20-30% dari realisasi tahun 2009.

Selain dari penerbitan obligasi dan KIK EBA, BTN akan memenuhinya dari sumber dana whole-sale lainnya, seperti medium term notes (MTN). BTN menargetkan pangsa pasar pembiayaan sektor perumahan sebesar 25%, dan 97% untuk kredit bersubsidi tahun ini.

Manajemen bank pelat merah ini optimistis bisa membukukan peningkatan laba 50-51% tahun ini. Bank perumahan ini akan mengoptimalkan penyaluran kredit yang diharapkan naik 22%. Strategi yang akan dijalankan tidak hanya sekadar mengejar peningkatan return on asset, melainkan juga peningkatan return on equity.

"Kami tidak sekadar mengejar aset 10 besar, tapi pencapaian laba perusahaan juga akan masuk 10 besar. Laba BTN tahun ini diperkirakan tumbuh 50%," kata Direktur BTN Saut Pardede di Jakarta, baru-baru ini. Aset perseroan juga diharapkan naik 27% dan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp. 34 triliun pada2010. BTN menargetkan perolehan dana murah mencapai Rp. 31,36 triliun atau 65% dari total dana pihak ketiga (DPK) perseroan tahun ini. DPK perseroan mencapai Rp. 40,2 triliun tahun 2009 atau naik 27,64% dari tahun sebelumnya Rp. 31,5 triliun.

Sementara itu, pada semester I-2010, BTN telah membukukan laba bersih Rp. 390,61 miliar, naik 97,11% dibanding periode sama tahun lalu Rp. 198,16 miliar.

Peningkatan laba terutama ditopang kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) dan efisiensi perseroan.

Nilai perseroan meningkat 59,48% menjadi Rp. 1,54 triliun dari semester I-2009 sebesar Rp. 970 miliar.

Margin bunga bersih (net interest margin/Niyi) BUNM ini juga tumbuh dari 4,04% menjadi 5,81%. Pendapatan berbasis komisi (fee based income) juga naik dari periode sama tahun lalu Rp 75 mniar menjadi Rp 139 miliar.

Penyaluran kredit BTN naik 29,61% dari sebelumnya Rp 35,81 triliun menjadi Rp 46,41 triliun. "Sebanyak 92,2% dari total kredit dikontribusi dari kredit pemilikan rumah (KPR) dan sisanya 7,8% dari kredit lain," papar Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di Jakarta. Seiring peningkatan kredit, dana pihak ketiga (DPK) perseroan tumbuh 16,69%, dari Rp 34,28 triliun pada semester I-2009 menjadi Rp 39,99 triliun semester lalu. Sebagian besar DPK berupa deposito 68,3%, sisanya 31,7% berupa dana murah (tabungan dan giro).

Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) naik menjadi 18,71% dari 15,59% pada akhir Juni 2009, ditopang hasil penawaran publik perdana (initial public offering/IPO) saham awal tahun ini. Sedangkan aset meningkat 25,14% menjadi Rp 60,95 triliun dari akhir Juni 2009 sebesar Rp 48,70 triliun.

Sementara itu, BTN telah menerima dana FLPP sebesar Rp 2,6 triliun dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Fasilitas yang diberikan pada 1 Oktober 2010 itu akan digunakan untuk membiayai KPR.

Prospek Bisnis

Analis CIMB Securities Mulya Chandra mengatakan. alokasi dana FLPP sebesar Rp 2,68 triliun semakin memperkuat tambahar. modal kredit KPR BTN. Apalag:. FLPP akan terus bergulir di tahun-tahun ke depan. "Skema seperti menawarkan dukungan pendanaan yang cukup besar kepada BTN ketika bank sentral baru-baru ini mengetatkan likuiditas," ujar Mulya dalam risetnya yang dirilis 4 Oktober 2010 .

Dengan kapasitas pendanaan yang melebihi ekspektasi, dia pun menaikkan prediksi pertumbuhan kredit BTN 2011 dan 27% menjadi 29 dan tahun 2012 dari 25% menjadi 27%. Hal tersebut akan berdampak mengangkat laba bersih per saham (earning per share/ EPS) perseroan 2011-2012 berkisar 24%.

Sementara itu. analis CLSA Bret Ginesky berpendapat, pencapaian laba bersih BTN semester I-2010 sebesar Rp 390 miliar merupakan 44% dari perkiraan tahun 2010. "Perseroan telah berhasil mendapatkan pertumbuhan kredit yang kuat sebesar 6%, dengan biaya cost to income ratio (CIR) sebesar 60% dan NIM ekspansi 5,8%," katanya, dalam risetnya pada 19 Juli 2010. Namun, pertumbuhan kredit BTN juga melemah, pendapatan fee yang lebih rendah, dan kurang provisioning pada semester lalu.

Target Harga

BBTN ditransaksikan terkoreksi Rp 10 (0,55%) menjadi Rp 1.820 pada Senin (4/10), dengan volume 13,46 juta unit. Harga sahamnya sempat menguatke posisi tertinggi Rp 1.850 pada hari yang sama, dengan level terendah pada penutupannya kemarin.

Dengan prediksi pertumbuhan kredit dan EPS tahun 2011-2012 yang positif. Mulya menaikkan target harga BBTN dari sebelumnya Rp 2.250 menjadi Rp 2.600 pada akhir 2011. Harga tersebut ditentukan memakai Gordon Growth Model, dengan tingkat diskonto tidak berubah 15,7%.

Adanya akselerasi pertumbuhan kredit yang ditopang skema FLPP dari pemerintah juga seharusnya bisa mengangkat saham BBTN dalam jangka pendek. "Kami merekomendasi buy/outperform BBTN j(karena potensi kenaikan harganya di atas 5%," katanya.

Sedangkan Ginesky memperkirakan, harga BBTN masih bisa mencapai Rp 2.000 per unit tahun 2011, dengan asumsi PBV 2,4 kali. "Kami menurunkan peringkat kami dari buy menjadi outperform, yang diperdagangkan pada PBV dan PER 2011 masing-masing 2,6 kali dan 12,5 kali," katanya. Dalam kriteria Ginesky, rekomendasi outperform memiliki arti bahwa BBTN masih berpotensi menguat 10 %.Peringkat tersebut berubah dibandingkan dengan rekomendasi yang dikeluarkan pada 1 April 2010.Ketika itu,dia masih merekomendasiakn buy BBTN karena waktu itu masih berpotensi menguat diatas 10%.

<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130