Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Menunggu SMF sebagai Alternatif Pembiayaan KPR

30/05/2006
 
New Page 1 Segera Pasarkan Residential Mortgage Back Security Meski perannya diperkirakan bakal bersaing dengan housing bank, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) tampaknya bakal menjadi andalan dalam pembiayaan jangka panjang perumahan. MESKI belum berjalan, SMF tampaknya bakal menjadi andalan dalam pembiayaan perumahan. Apalagi, pemerintah sudah mencanangkan program sejuta rumah. Seberapa jauh kemampuan SMF? Menurut Dirut Bank Tabungan Negara (BTN) Kodradi, jika SMF berjalan, sekuritisasi aset Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berpotensi menyentuh angka Rp 5 triliun lebih. "Apabila sepertiga aset KPR dapat disekuritisasi maka akan meringankan tugas BTN dalam memenuhi target pemerintah," kata Kodradi dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi V di Jakarta, yang berakhir Senin malam. Perkiraan Kodradi itu bukan isapan jempol. Sebab, posisi kredit baru sampai dengan Maret 2006 sebesar Rp 15,8 triliun. Dari jumlah itu Rp 14 triliun di antaranya merupakan KPR yang berjangka panjang, sehingga jika Rp 5 triliun dapat disekuritisasi akan semakin memperkecil kemungkinan mismatch. Selama ini, sebagai bank yang kreditnya mayoritas ditempatkan ke dalam KPR, BTN berkemungkinan besar mengalami mismatch. Sebab, sumber dana jangka pendek dipergunakan untuk membiayai KPR yang rata-rata berjangka panjang (5-15 tahun). Karena itu, keberadaan SMF sebagai pembiayaan sekunder perumahan, diharapkan dapat menjembatani kesulitan itu. Meski begitu, sebagai bank, BTN tak tinggal diam dengan meningkatkan sumber-sumber dana jangka panjang lainnya seperti obligasi. Kodradi menyangkal, bahwa SMF akan menjadi pesaing BTN. Justru, kata dia, jika SMF jadi digulirkan pada 2006 akan memudahkan BTN memenuhi target pemerintah dalam membangun Rumah Sederhana Sehat (RSh) meliputi 100.000 unit tahun 2006, 108.000 unit tahun 2007, 153.000 tahun 2008, dan 199.000 unit tahun 2009.- Meski belum berdiri, SMF sendiri saat ini sudah melakukan persiapan. Bahkan, pemerintah sudah meletakkan dana sebesar Rp 1 triliun sebagai modal. Sementara, Direktur Utama SMF Erica Soeroto mengatakan, pihaknya mengikuti kebijakan Departemen Keuangan dalam menempatkan dana yang berasal dari APBN dalam rekening perbankan. Saat ini sebesar 62 persen dari Rp1 triliun dana SMF ditempatkan di rekening Bank BTN, serta sebagian lainnya ditempat bank lain mengacu kepada kebijakan Menteri Keuangan agar tidak diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurut Erica, SMF belum bisa membeli aset KPR, meski bank seperti BTN telah menyelesaikan inventarisasi (due diligence) terhadap KPR yang akan dilepas ke SMF. Lambatnya pelaksanaan sekuritisasi aset KPR Bank BTN yang tahap awal senilai Rp 500 miliar, ucap Erica, untuk memberi waktu kepada pasar memahami manfaat dari produk yang akan diterbitkannya. Manajemen PT SMF sendiri, baru dapat dilengkapi pada Januari 2006 nantinya bertugas sebagai koordinator transaksi agar dana yang ada di pasar modal dapat mengalir ke sektor perumahan. "Tugas kita membeli KPR sebagai tahap awal BTN, kemudian baru menjual di pasar sekunder. Saat ini telah disosialisasikan kepada pengembang perumahan agar dapat -menjadi pembeli produk di pasar sekunder," jelasnya. Banyak yang memperkirakan, saat ini produk yang akan dikeluarkan PT SMF berupa obligasi, padahal kenyataannya berbeda. Apabila obligasi, maka akan mempengaruhi kinerja KPR dalam pembukuan perbankan yang akhirnya rasio kecukupan modal bank tersebut (CAR) akan terganggu. Produk yang akan ditawarkan nantinya layak untuk diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta dalam bentuk Residential Mortgage Back Security (RMBS). Saat ini, tinggal menunggu waktu transaksi karena infrastruktur di pasar modal sudah siap. "Kita targetkan dalam kurun waktu delapan bulan tahun 2006 sudah dapat dilaksanakan transaksi di pasar sekunder untuk produk yang dikeluarkan SMF," ucapnya. Sementara, anggota DPR Erman Suparno merekomendasikan pada pemerintah agar dibuat suatu kebijakan agar SMF dapat leluasa menempatkan dananya yang pada akhirnya perusahaan tersebut bisa segera beroperasi.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130