Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Obligasi BTN Kelebihan Permintaan

22/09/2006
 
New Page 1 [JAKARTA] -- Penawaran obligasi XII PT Bank Tabungan Negara (BTN) senilai Rp 1 triliun oversubscribed (kelebihan permintaan) 1,3 kali. Hal itu disebabkan oleh animo investor yang cukup tinggi sejak pencatan di Bursa Efek Surabaya (BES) Rabu (20/9). Menurut Kepala Divisi Pencatatan BES Umi Kalsum, permintaan obligasi BTN memberikan tingkat suku bunga tetap sebesar 12,75 per tahun dengan pembayaran setiap triwulan. Obligasi yang memeroleh peringkat A dari Pefindo ini jatuh tempo September 2016. Obligasi ini dapat dibeli kembali oleh perseroan (buy back) setelah satu tahun. Sementara itu Direktur Standard Chartered Securities, Agus Wicaksana selaku penjamin emisi, mengatakan, investor yang membeli obligasi ini mayoritas investor lokal terutama dari dana pensiun dan asuransi. Dia mengungkapkan, tren penurunan suku bunga hingga akhir tahun mengakibatkan peningkatan keuntungan bagi investor yang berinvestasi di obligasi. Pihaknya mencatat, surat utang negara FR30 mengalami penurunan kupon sekitar 70 basis poin. Dengan demikian, gain obligasi tersebut akan meningkat cukup besar. Sebelumnya, Direktur BTN Iqbal Latanro menjelaskan, penerbitan obligasi dapat menekan biaya, sehingga bank memperoleh ruang cukup besar dalam menyalurkan kredit perumahan. Selain itu, pendanaan yang bersumber dari obligasi memiliki jangka waktu relatif lebih panjang. Oleh karena itu, pihaknya akan terus memanfaatkan instrumen obligasi sebagai sumber pembiayaan bagi perseroan. Sesuai dengan prospektus dijelaskan, dana hasil penerbitan Obligasi XII BTN untuk pembiayaan kredit perumahan. Dengan diterbitkannya obligasi tersebut, maka total oustanding obligasi BTN akan mencapai Rp 3,5 triliun. BTN pada tahun depan berencana emisi obligasi Rp I triliun sekaligus melepas saham ke publik melalui penawaran umum perdana (initial public offering/lPO) untuk meraup dana Rp 2 triliun. Iqbal menjelaskan, perseroan membuka kemungkinan menaikkan jumlah obligasi yang diterbitkan apabila kondisi pasar memungkinkan percepatan ekspansi kredit. "Rencana penerbitan obligasi Rp 1 triliun tahun depan sudah masuk dalam rencana kerja. Kalau kondisi pasar memungkinkan kami akan menambah jumlahnya jika mendapat persetujuan pemegang saham," kata Iqbal.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130