Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Obligasi BTN Tunggu Waktu

23/02/2006
 
New Page 1 MASIH tingginya suku bunga perbankan, membuat Bank Tabungan Negara (BTN) masih menahan diri untuk meluncurkan obligasi ke-12 senilari Rp 1 triliun. Sesuai rencana, obligasi itu akan diterbitkan pada semester kedua tahun ini. "Kalau suku bunga memungkinkan bagus, kita akan menerbitkan obligasi BTN ke-12 sebesar Rp 1 triliun. Kita akan melihat dulu," kata Pejabat Dirut BTN Fatchudin di sela-sela hearing dengan Komisi V DPR, Senin malam. Menurut Fatchudin, penerbitan obligasi itu merupakan bagian dari strategi BTN untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan dalam mengejar target 2006, yakni pembangunan 100 ribu rumah. BTN sangat optimis bisa melampaui target itu. Karena, terbukti pada 2005 BTN juga melampaui target yang ditetapkan rapat Umum pemegang saham (RUPS), yakni 75 ribu rumah dan terealisasi 78 ribu lebih kredit pemilikan rumah (KPR) RSH. "Artinya, BTN yang paling komit di antara 33 bank yang meneken MOU yang turut serta dalam pembangunan perumahan," kata Fatchudin yang menggantikan tugas Kodradi selaku Dirut BTN karena cuti panjang selama beberapa minggu hingga awal Maret nanti. Selain BTN, ada beberapa bank pelaksana yang menyalurkan KPR bersubsidi. Yakni BNI yang menargetkan membangun 2.906 unit rumah dan terealisasi 405 KPR (13,9 persen). Sementara bank lain seperti Bank Syariah Mandiri menargetkan 200 KPR, tapi realisasinya nihil. Sama seperti BRI yang menargetkan membiayai KPR 3.000 unit rumah, hasilnya juga nihil. Menanggapi itu, Fatchudin mengatakan, kesulitan bank mungkin karena kendala SDM sebab bank-bank lain kurang berpengalaman dalam menyalurkan KPR. Sementara BTN sudah menerjuni bisnis pembiayaan perumahan sejak 1976 "Sehingga SDM kita dimana-mana sudah siap. Setiap rencana kerja dibikin, kita sudah bisa langsung mulai realisasikan keputusan menteri. Misalnya Januari ini kita sudah realisasikan 2900 unit," jelasnya. Mengenai sumber dana selain obligasi, jelas Fatchudin, berasal dari secondary mortgage fund (SMF) sebesar Rp 500 miliar. Tapi, tambahnya, masih perlu pembicaraan teknis soal portofolio kredit yang dijual kepada SMF.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130