Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Obligasi BTN oversubscribed

29/04/2004
 
JAKARTA (Bisnis) : PT Bank Tabungan Negara (Persero) menetapkan tingkat bunga obligasi senilai RP1 trililun sebesar  12.2% untuk obligasi senior Rp750  miliar dan 12,6% untuk obligasi subordinasi Rp250  miliar. General Manager Treasury BTN  Saut Pardede mengatakan penawaran obligasi tersebut mengalami  kelebihan permintaan hingga Rp1,9 triliun atau 90% dari yang ditawarkan.  “Kami telah menetapkan tingkat bunga obligasi Btn yang dalam penawarannya mengalami kelebihan permintaan hingga mencapai Rp1,9 triliun,” dia mengungkapkan kepada Bisnis kemarin.Menurut Saut,  kelebihan  permintaan itu hampir dua kali  terhadap obligasi senior dan satu setengah kali untuk obligasi subordinasi . Ketika ditanya mengenai kemungkinan dinaikkannya nilai emisi karena terjadi kelebihan permintaan ini, dia menegaskan tidak akan melakukan hal tersebut. BTN,  katanya, tetap  komitmen dengan rencana semula yaitu menerbitkan obligasi sebesar Rp1 triliun.  “Kami tdak mungkin naikkan emisi karena mesti minta persetujuan rapat umum pemegang saham.” Dia menjelaskan dana hasil emisi oligasi itu akan diperoleh oleh perseroan sekitar awal Mei 2009 sehingga dapat dimanfaatkan secepatnya untuk pengembangan kredit.  BTN diketahui  menawarkan obligasi sebesar Rp750 miliar dan obligasi subordinasi Rp250 miliar dengan tingkat suku bunga  masing-masing  12%-12,5% dan 12,5%-13,25%. Penyumbang pendapatan bunga BTN (Rp. miliar)   2001 2002 2003 Obligasi Pemerintah 1.582 2.001,2 1.533,9 Kredit 1.130,9 1.355,4 1.684,9 Sekuritisasi 108,7 226,2 36,4 Interbank 34,3 24,7 7,7 Lainnya 28,1 52,6 30,1 Total pendapatan bunga 2.883.1 3.660,1 3,293 Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Trimegah Securities Tbk. Dana hasil emisi obligasi tersebut akan dimanfaatkan perseroan untuk diversifikasi usaha melalui penyaluran kredit dengan industri  yang berhubungan dengnn perumahan (housing related industry). Sebelumnya Dirut BTN Kodradi mengatakan perseroan tahun ini berencana melakukan  ekspansi sebesar Rp3,33 trililun .  Sebesar Rp1 triliun diperoleh dari emisi obligasi dan sebesar Rp2,3 triliun dari angsuran KPR lama. Manfaatkan Dana Selain dari emisi  obligasi dan angsuran KPR, BTN juga akan memanfaatkan dan dari penjualan surat utang negara seri bunga mengambang (variable rate) yang dijual perseroan beberapa waktu lalu. Maret lalu,  BTN diketahui telah melepaas surat utang bunga mengambang sebesar Rp1,6 triliun. Obligasi yang dijual  tersebut meliputi seri VR0013, VR 0014, VR0015, dan VR0016.  “Terbesar dari obligasi negara yang kami lepas adalah untuk seri VR0016 yang jatuh tempo pada 2009. Nilainya mencapai Rp1 triliun,”  katanya (Bisnis, 29 Maret). Pelepasan SUN tersebut,  lanjut Saut ,  merupakan salah satu upaya perusahaan mengurangi jumlah obligasi dan menggantinya dengan dana tunai. BTN,  tambah dia,  sebelumnya pernah berencana menjual obligasi dengan tingkat bunga mengambang. Nmun perseroan tidak pernah memperoleh permintaan yang bagus dari pasar. Saat ini  BTN  menempatkan dana cadangan (secondary reserve) sebesar Rp 11 triliun di instrumen investasi pasar modal seperti obligasi. Dari jumlah itu  sebRp10 triliun dana cadangan diantaranya disimpan dalam bentuk SUN  dengan pendapatan bunga mengambang (variable rate). Sedangkan sekitar Rp1 triliun  lainnya disimpan dalam bentuk instrumen berpendapatan tetap yang sipatnya dapat diperjualbelikan.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130