PENDAPATAN MENINGKAT
Meski nasib penawaran perdana (Initial Public Offering/ IPO) PT Bank Tabungan Negara Tbk. Masih belum jelas, tidak mempengaruhi banyak terhadap kinerjanya. Bahkan, BTN mampu menggenjot prestasinya. Menurut Dirut BTN Kodradi berdasarkan hasil audit laporan keuangan
2006 terjadi peningkatan atas pendapatan usaha menjadi Rp 543 Miliar. Tahun sebelumnya,Bank ini hanya mendulang Rp 452 miliar. Meski demikian, lanjut Kodradi, laba setelah dipotong pajak mengalami penurunan menjadi Rp 382 miliar dibanding periode yang sama
tahun 2005 sebesar Rp 437 miliar. “Penurunan laba setelah pajak disebabkan BTN harus membayar pajak badan tersebut, ungkapnya di Jakarta, kemarin. Selain itu, menurut Kodradi BTN juga berhasil menurunkan NPL gross menjadi 3,91 persen sepanjang 2006, turun
dibanding tahun 2005 sekitar 4,04 persen. Total kredit tahun 2007 tumbuh mencapai Rp 18,09 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp 15,36 triliun. Ketika ditanya target BTN di 2007, ia mengaku optimistis akan mendulang sukses. Menurutnya pendapatan usaha bisa
mencapai Rp 564 miliar atau naik dibanding realisasi tahun 2006 sebesar Rp 543 miliar. Laba setelah pajak ditargetkan mencapai level Rp 382 miliar dibanding realisasi tahun lalu Rp 365 miliar. Soal rencana go public BTN, menurut Kodradi prosesnya masih panjang.
Sejauh ini BTN masih harus merampungkan revaluasi seluruh aset perusahaan. Revaluasi tersebut merupakan upaya perusahaan mendukung rencana penawaran umum perdana saham ( IPO ). (ipr)