Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


PERNAH JADI NASABAH SAAT BERPANGKAT KAPTEN

08/12/2005
 
SBY Minta BTN Jangan Diutak-atik Jakarta, Bisnis RM - Setelah tidak diganggu lagi dengan isu akuisisi atau merger, kini Bank Tabungan Negara (BTN) mendapat angin segar. Posisi BTN kembali dikukuhkan sebagai bank yang stand alone alias berdiri sendiri oleh orang nomor satu di republik ini: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY secara tegas menyatakan mempertahankan keberadaan BTN sebagai bank pelaksana Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hal ini diutarakan Presiden saat bersilaturahmi dengan para pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) serta Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Aperasi) di Jakarta, baru-baru ini. "Presiden mengatakan agar fungsi dari BTN jangan diutak-atik meskipun bank tersebut perlu memperkuat permodalannya," kata Ketua DPP REI Lukman Purnomosidi menirukan ucapan Presiden. Berdasarkan hal itu, kata Lukman, pembahasan terhadap BTN sudah final, yakni: keberadaannya harus tetap dipertahankan dan memperkuat permodalannya. "Apabila harus dilakukan perbaikan, maka fungsinya harus tetap dipertahankan, bahkan ditingkatkan," ujar Lukman. Lukman mengatakan, Presiden juga berkisah bahwa dirinya pernah merasakan manfaat dari BTN dengan menjadi nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Menurut Presiden, dirinya menjadi nasabah KPR BTN saat berpangkat Kapten untuk membeli rumah tipe 70 di Perumahan Jagasampurna Bekasi. Presiden beserta istri, tambah Lukman mengutip apa yang diucapkan SBY, selalu patuh melunasi kewajiban KPR. Presiden juga mengatakan bahwa BTN yang selama ini memberikan pelayanan kredit rumah murah perlu dipertahankan. Lebih lanjut Lukman menjelaskan, anggota REI maupun Apersi juga sangat merasakan keberadaan BTN dalam menyalurkan KPR, kredit lahan, maupun kredit konstruksi yang diharapkan secara bertahap dapat ditingkatkan. Masih kata Lukman, Presiden pada kesempatan itu juga berjanji untuk menghapus berbagai bentuk pungutan yang tidak perlu dan tidak logis. Hal ini penting agar tidak membebani pengembang dalam membangun perumahan, terutama perumahan untuk rakyat berpenghasilan rendah. "Saya akan berbicara dengan pimpinan daerah, gubernur dan bupati agar biaya dalam pembuatan perumahan, terlebih untuk rakyat kecil mekanisme dan prosedurnya dipermudah," kata Presiden. .  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130