Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


PGC diminta awasi spekulan kios

27/08/2008
 
New Page 1 Oleh Mulia Ginting Monthe Bisnis Indonesia JAKARTA Pemerintah mengingatkan perusahaan pengembang Pusat Grosir Cililitan untuk mewaspadai kehadiran pedagang kios, menyusul 670 pedagang menerima fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) untuk membeli lahan usaha di area bisnis itu. Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali mengingatkan hal itu karena dalam setiap pembangunan sarana bisnis, kios kerap diborong oleh pedagang spekulan, akibatnya harga jual kembali setiap kios melambung. Pelaku usaha mikro, kecil menengah (UMKM) yang memerlukan fasilitas kios tidak berkutik karena harga jual tinggi. Dampak negatif lain pembelian borongan, pusat perbelanjaan sepi pengunjung karena para pedagang sangat terbatas. "Kita tidak ingin hal itu terjadi di Pusat Grosir Cililitan (PGC) setelah pelaku UKM menerima fasilitas KUR melalui Bank BTN," kata Suryadharma Ali ketika menyaksikan penyerahan KUR dari Bank BTN kepada wakil pedagang PGC. Pada tahap pertama, sejumlah 400 pedagang di PGC akan menerima KUR dengan jangka waktu pinjaman 10 tahun. Jumlah kredit yang diterima disesuaikan dengan harga kios di lokasi itu. Jumlahnya bervariasi mulai dari Rp200juta hingga Rp400juta. Pada tahap berikutnya paket KUR diserahkan lagi kepada 270 pedagang skala UKM. Dari 3.000 kios di PGC, 670 pedagang selama ini berstatus penyewa hingga Rp5,8 juta per bulan. Dengan memanfaatkan fasilitas KUR, pedagang yang kini berstatus pemilik kios hanya berkewajiban mengembalikan kredit maksimal Rpl,8juta perbulan. Suryadharma minta pengembang PGC untuk tidak melayani pembelian kios lebih dari tiga unit, kendati yang mengajukan adalah pedagang yang selama ini berstatus mengontrak kios PGC Ke-670 Pedagang PGC yang menerima fasilitas KUR di bawah koordinasi Koperasi Properti UKM Indonesia (Kopukmi). Koperasi inilah yang akan mengoleksi tagihan bulanan pedagang untuk disetor ke Bank BTN. Kreatif Dalam kapasitasnya sebagai penagih atau penghubung pedagang dengan bank, Suryadharma minta agar Kopukmi tidak hanya bertindak sebagai debt collector. "Koperasi harus kreatif dan inovatif untuk menambah kesejahteraan anggotanya". Kreasi yang bisa dilakukan Kopukmi, tutur Suryadharma, misalnya, membangun perumahan sederhana untuk pedagang PGC melalui fasilitas KUR yang disalurkan melalui Bank BTN. Dengan metode itu kesejahteraan koperasi dan anggotanya bisa meningkat dengan memanfaatkan program KUR. "Manfaat KUR sebenarnya luar biasa," kata Suryadharma. Direktur Utama Bank BTN Iqbal Latanro sebelum menyerahkan paket KUR mengatakan kerja sama antara Kementerian Koperasi dan UKM dan pengembang PGC sangat mempermudah pola kerja bank yang dipimpinnya. Ini terjadi karena dalam operasional tagihan bulanan, tugas Bank BTN sudah diambil alih Kopukmi. Karena itu dia menilai sinergi Kementerian Koperasi dan UKM dengan pengembang PGC sangat positif dalam meningkatkan kesejahteraan UKM.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130