Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


PGRI Bangun Apartemen untuk Guru

15/12/2008
 
New Page 1 BANDUNG, (PR).- Sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan para guru, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bandung berinisiatif memfasilitasi kebutuhan papan guru dengan membangun apartemen bersubsidi kelas menengah ke bawah yang diberi nama "Winaya Bhakti". Melalui program Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menegpera), para guru diringankan dengan subsidi uang muka Rp 5 juta-7 juta (sesuai besaran penghasilan), subsidi bunga, dan penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN). Selain Menegpera, PGRI Kota Bandung juga menggandeng Bank Tabungan Negara dan PT Raja Jaya Perkasa sebagai pengembang. Pada pertemuan yang dilakukan di Rumah Makan Sari Sunda, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Jumat (12/12), Ketua PGRI Kota Bandung Kustiwa mengatakan, dari 18.000 pegawai negeri sipil guru, ada sekitar 7.200 guru yang belum memiliki rumah milik. "Sebelumnya kami sudah membangun perumahan Graha Winaya di Ujungberung dengan kapasitas 980 unit. Temyata banyak guru yang tidak kebagian," ujar Kustiwa. Kustiwa menambahkan, untuk membangun perumahan seperti di Ujungberung, di Bandung sudah tidak memungkinkan dari sisi lahan." Jadi untuk hunian di kawasan Caringin diwujudkan dalam bentuk apartemen dengan sertifikat hak milik," kata dia. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung sekaligus penasihat PGRI Kota Bandung Oji Mahroji menuturkan, tujuan program itu adalah untuk memberi kesempatan bagi para guru untuk memiliki hunian yang layak. "Kita prioritaskan yang belum punya rumah. Namun, yang perlu ditekankan di sini adalah diseminasi atau sosialisasi agar tujuan tersebut diterima dengan baik," kata Oji. Apartemen yang akan dibangun awal Januari 2009 di Jalan Caringin (400 meter arah barat Pasar Induk Caringin) tersebut diproyeksikan selesai pada awal 2010. Manajer Marketing PT Raja Jaya Perkasa Agus Riyadi mengatakan, apartemen yang dibangun pada tanah seluas lima hektare itu telah mengantongi izin dari pemerintah kota. "Syaratnya, dari lima hektare tanah yang boleh dibangun apartemen hanya 1,7 hektare. Sisanya untuk fasilitas umum seperti kolam renang,jogging track, tempat penitipan anak, dan minimarket atau pasar," ujar Agus. Apartemen yang dibedakan dengan tipe satu kamar dan dua kamar tersebut dibangun pada 15 tower dengan kapasitas 10.000 unit Untuk bisa memiliki apartemen tersebut, gaji minimal guru Rp 1,2 juta dan maksimal Rp 4,5 juta dan menyerahkan fotokopi surat keputusan (SK) atau slip gaji. "Sebenarnya tidak harus PNS yang boleh memesan apartemen ini. Paling tidak memenuhi syarat penghasilan tadi. Namun, kami memprioritaskan sekitar 7.200 guru yang belum punya rumah ," ujar Agus. (A-167)*** (Pikiran Rakyat)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130