Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Pasca kenaikan Harga BBM, Bahan Bangunan Naik Rusunami Ikut Naik?

29/05/2008
 
New Page 1 Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) membuat gejolak harga bahan bangunan ikut melambung. Akibatnya, harga barang properti juga dicemaskan naik seperti rumah susun sederhana milik (rusunami). Pengembang belum menuntut kenaikan harga. MENTERI Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Yusuf Asyari merasa perlu menegaskan sikap bahwa belum ada rencana menaikkan harga rusunami dan rumah sederhana sehat (RSh). "Kendati beberapa harga material naik namun dari harga maksimum yang telah ditetapkan masih dapat diakomodasikan dengan baik sehingga belum ada rencana untuk menaikkan harga," terangnya usai membuka acara diskusi tahap ke-2 dengan tema Penyiapan Kawasan Perumahan dan Permukiman Baru di Perkotaan bertempat di Jakarta, kemarin. Menurutnya, harga RSh sudah mengalami kenaikan harga jual maksimumnya dari harga 49 juta rupiah menjadi 55 juta rupiah. "Kenaikan ini sudah diperhitungkan dari kemungkinan beberapa kenaikan harga yang akan terjadi sehingga perhitungannya masih masuk," jelas Menpera. Dilanjutkan, kenaikan harga yang terjadi bukan disebabkan dari kenaikan harga BBM semata. "Kenaikan harga yang lebih dari 10 persen ini dapat diakomodasi oleh pengembang dengan kenaikkan harga bahan dasar material yang mencapai 10 persen," ungkap Menpera. Tidak hanya itu, dengan semakin luasnya pasar rusunami dan kondisi pasar untuk masyarakat kelas atas yang mulai jenuh, dinilai Menpera membuka peluang supply untuk rusunami semakin luas pula. Sementara itu, untuk menaikkan harga jual maksimum rusunami seperti yang diminta oleh para pengembang temyata tidak semudah membalikkan tangan. "Berdasarkan ketentuan rusunami, masalah harga yang tercantum dalam PMK (Peraturan Menteri Keuangan) no. 31 tahun 2008 dimana dalam ketentuan ke-5 terkait pembangunan harus mengacu pada Permen PU No. 5 tahun 2007 tentang persyaratan teknis pembangunan rusuna dan bertingkat banyak sehingga harus tunggu eskalasi dari Menteri PU," papar Deputi Perumahan Formal Kemenpera Zulfi Syarif Koto di saat yang sama. Menurutnya, terobosan-terobosan baru perlu dilakukan untuk menghindari kenaikan harga tersebut. "Pemda DKI telah berjanji untuk meringankan biaya perizinan hingga 5 persen, meningkatkan stimulan untuk Pra Sarana Umum dan Utilitas (PSU) dimana untuk anggarannya dapat diajukan ke DPR dan konsep pembangunan mix used" jelas Zulfi. Zulfi menambahkan dalam rancang bangun rusunami, pengembang diberikan kebebasan untuk penentuan besaran luasan dan hal ini dapat digunakan unnik menghindari kenaikan harga. (TYA) (Rakyat Merdeka)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130