Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Pembelian dari Investor Sudah Melampaui Target

Sumber: Kompas
26/11/2009
JAKARTA. KOMPAS - Pelepasan saham perdana Bank Tabungan Negara (BTN) ke publik diperkirakan bakal mengalami kelebihan permintaan (oversubcribed).
 
Komitmen pembelian dari para investor internasional di pusat-pusat keuangan regional, seperti Kuala Lumpur, Singapura, dan Hongkong, totalnya telah lebih dari 200 juta dollar AS atau telah melampaui target penjualan saham yang ingin dilepas.

"Sebagian besar investor internasional yang kami temui menyatakan komitmennya untuk membeli saham BTN dalam jumlah besar. Investor internasional yang relatif kecil saja minimal akan memesan 5 juta dollar AS," kata Wakil Direktur BTN Evi Firmansyah di sela-sela gelar promosi (roadshow) IPO BTN di Hongkong, Rabu (25/U).

Selama di Kuala Lumpur, Malaysia, dan Hongkong, manajemen BTN melakukan pertemuan dengan lebih dari 50 investor internasional.

Manajemen BTN diwakili, antara lain, oleh Direktur Utama Iqbal Latanro dan Wakil Dirut BTN Evi Firmansyah.

Mandiri Sekuritas dan CIMB Securities menjadi penjamin emisi IPO BTN. Permintaan saham BTN bakal makin bertambah karena setelah di Asia, manajemen BTN dan penjamin emisi masih akan melakukan gelar promosi ke pusat-pusat keuangan Eropa seperti London, Edinburg, Amsterdam, dan Frankurt.

Distribusi saham

Indikasi permintaan dari investor domestik, baik korporasi maupun ritel, kata Iqbal, juga tinggi. Tingginya indikasi permintaan saham BTN akan menguntungkan karena BTN bisa menetapkan harga jual saham yang lebih condong pada batas atas dari kisaran harga Rp 750-Rp 1.100 per saham.

Harga jual saham rencananya ditetapkan pada 3 Desember 2009. Selanjutnya, masa penawaran dilakukan pada 10-11 Desember 2009.

Besarnya permintaan juga akan memudahkan penjamin emisi untuk mendistribusikan saham yang akan dijual sebanyak 30 persen dari total saham.

Direktur CIMB Securities Risna Muhti menjelaskan, selain keunggulan kompetitif BTN, tingginya permintaan juga didorong oleh kondisi pasar keuangan global dan makro ekonomi Indonesia yang relatif baik. "Apalagi, BTN merupakan bank BUMN terakhir yang melepas saham perdana setelah BNI, Mandiri, dan BRI. Ibaratnya, saham BTN memang sudah ditunggu-tunggu," katanya.

(FAJAR MABTA dari Hongkong)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130