Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Pembiayaan Perumahan Dongkrak BTN

Sumber: Kompas, 26 Oktober 2010
26/10/2010
Fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan dipastikan mendongkrak kapasitas bank yang memperoleh fasilitas pendanaan itu dalam menyalurkan kredit.
 
Fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan dipastikan mendongkrak kapasitas bank yang memperoleh fasilitas pendanaan itu dalam menyalurkan kredit.

BTN memperoleh tambahan dana dari penempatan 60 persen sumber pendanaan kredit pemilikan rumah oleh pemerintah.

'Untuk FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) yang dimulai 1 Oktober 2010, program BTN sejumlah Rp 2,4 triliun selama tiga bulan ke depan. Terdiri dari 24.000 landed house dan 2.000 rumah susun,' kata Direktur Utama Bank BTN Iqbal Latanro di Jakarta, Senin (25/10).

Direktur BTN Irman A Zahiruddin mengatakan, syarat bisa membeli rumah dengan skema FLPP adalah belum pernah menerima subsidi, belum memiliki rumah, memiliki nomor pokok wajib pajak, dan memiliki pendapatan tertentu.

Kredit pemilikan rumah sejahtera tapak, sebelumnya disebut rumah sederhana sehat, ditujukan kepada masyarakat berpendapatan Rp 2,5 juta per bulan. Adapun kredit yang disalurkan maksimal Rp 80 juta dengan cicilan tetap selama 15 tahun.

KPR sejahtera susun ditujukan untuk masyarakat berpendapatan Rp 4,5 juta per bulan dengan kredit maksimal Rp 130 juta. 'Kami leader pada kredit perumahan. Kami akan tetap upayakan itu,' kata Iqbal.

Meski demikian, ia mengakui, komposisi kredit nonperumahan di BTN semakin meningkat. Secara keseluruhan, market share kredit perumahan oleh BTN sebesar 27 persen.

BTN mengucurkan 97 persen pinjaman pembelian rumah subsidi dan 11 persen-12 persen pinjaman nonsubsidi.

Tidak hanya BTN, Bank Negara Indonesia juga bekerja sama dengan Kementerian Perumahan Rakyat untuk menyalurkan pembiayaan rumah bersubsidi.

Skema yang digunakan berupa penempatan dana murah atau fasilitas likuiditas sehingga bank dapat menurunkan biaya dana guna menekan bunga kredit pemilikan rumah.

Nota kesepahaman untuk kerja sama itu ditandatangani Direktur Utama BNI Gatot Suwondo dengan Deputi Menteri Perumahan Rakyat Bidang Pembiayaan Tito Murbiantoro.

Sepanjang kerja sama dengan Kementerian Perumahan Rakyat, BNI telah menyalurkan KPR subsidi sebanyak 4.590 unit dengan nilai Rp 154 ,47 miliar.

KPR BNI Griya subsidi juga menyalurkan kredit dalam kerja sama dengan Bapetarum Rp 26,07 miliar untuk 858 rumah. Dengan PT Jamsostek, telah disalurkan KPR BNI Griya Rp 4,73 miliar untuk 181 rumah. Total jumlah KPR BNI Griya yang disalurkan Rp 10,8 triliun. (IDR)


<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130