Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Pembiayaan Properti BTN Syariah Naik

01/02/2008
 
New Page 1 JAKARTA Bank BTN memproyeksi pembiayaan perumahan rakyat (PPR) syariah tahun ini meningkat 50 persen lebih dibandingkan penyaluran tahun lalu. Kenaikan itu diprediksi akan terjadi pada PPR syariah bersubsidi maupun tanpa subsidi. Untuk merealisasikan proyeksi tersebut, BTN akan mengoptimalkan performa bisnis pembiayaan syariah. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro, kepada Republika, Rabu, (30/1). Menurut Iqbal, hingga akhir tahun ini, BTN menargetkan membiayai pembangunan rumah sederhana sebanyak 120 ribu unit. Sebagian dari pembangunan rumah itu akan dibiayai oleh pembiayaan syariah BTN. Sedangkan sebagian lain akan dibiayai oleh kredit konvensional BTN. Dijelaskan Iqbal,, hingga akhir tahun lalu, BTN telah membiayai pembangunan rumah sederhana sebanyak 102.722 unit. Pembangunan ratusan ribu rumah ini dibiayai oleh kredit BTN sebesar Rp 3,845 triliun. Rinciannya, sebanyak 101.081 unit rumah dibiayai oleh kredit konvensional sebesar Rp 3,78 triliun, sisanya 1.641 unit rumah dibiayai oleh pembiayaan syariah sebesar Rp 45,59 miliar. Iqbal mengaku optimistis proyeksi pembiayaan syariah BTN tahun ini dapat terealisasi. Pasalnya, kata dia, saat ini subsidi uang muka bersumber APBN pemerintah hanya berlaku bagi pembiayaan syariah dan hanya diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). "Dengan kebijakan pemerintah subsidi uang muka saat ini hanya boleh dilayani oleh syariah, pada umumnya pengembang mendorong ke syariah," ujar dia. Pada bagian lain, Iqbal menambahkan, bila proyeksi pembiayaan properti syariah terlampaui tahun ini, Bank BTN tetap akan melayani pengajuan pembiayaan oleh masyarakat. Tujuannya, agar semakin banyak masyarakat yang dapat terbantu untuk memiliki rumah dengan menggunakan layanan perbankan syariah. Menurut Iqbal, BTN berharap bisa membiayai PPR syariah bersubsidi uang muka sebanyak mungkin. Namun, lanjut dia, hal tersebut tergantung kesiapan pemerintah disesuaikan dengan kemampuan APBN. "Jadi sebenarnya kalau mengenai bantuan uang muka selama pemerintah bisa terus memberikan subisidi, kita akan teta berikan pembiayaan ke masyarakat. Tapi, ini tergantung pemerintan karena ada batasan anggara'n dari APBN," ungkap dia. aru (Republika)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130