Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Pembiayaan sekunder prospektif

Sumber: Bisnis Indonesia
29/10/2009
Benturan regulasi sekuritisasi jadi tantangan

OLEH M TAHIR SALEH
Bisnis Indonesia

JAKARTA PT Sarana Multiqriya Finansial (SMF) menilai pertumbuhan pembiayaan sekunder untuk perumahan potensial dikembangkan. Saat ini, lembaga itu menyalurkan dana hingga Rp1,23 triliun kepada 44.172 nasabah.
 
Direktur SMF Sutomo mengatakan penyaluran kredit tersebut terbagi atas dua segmen yang merupakan kegiatan utama perusahaan dalam menumbuhkembangkan sektor kredit perumahan sekunder (secondary mortgage facility) yang diharapkan mendorong bunga rendah.

"Untuk kinerja, kami sudah menyalurkan Rp 1,2236 triliun dengan KPR sebanyak 44.172 nasabah. Kami bukan mengejar keuntungan tetapi menitikberatkan pada pembiayaan sekunder atau mortgage," katanya saat berkunjung ke redaksi Bisnis, akhir pekan lalu.

Dari jumlah tersebut, Sutomo mengatakan sebesar Rp500 miliar disalurkan secara off balance sheet dengan memfasilitasi restrukturisasi piutang KPR dari Bank Tabungan Negara (BTN).

Dalam hal ini disalurkan melalui skema efek beragun aset (EBA) di mana SMF bertindak sebagai koordinator global, pembeli siaga, dan pendukung kredit yang memberikan fasilitas untuk meningkatkan kualitas dan nilai aset keuangan.

EBA tersebut, lanjutnya, akan dijual ke pasar modal sehingga dana segar tersebut bisa digunakan kembali untuk menyalurkan KPR oleh bank terkait kepada masyarakat.

"Ini yang disebut pasar sekunder pembiayaan atau sekuritisasi, artinya membeli aset KPR bank lalu dijual ke pasar modal dengan rating triple A sehingga dapat dana lagi. Dari sekuritisasi Rp 500 miliar ini mampu disalurkan kepada 20.174 nasabah," katanya.

Adapun sisanya Rp736 miliar berasal dari pinjaman SMF kepada sejumlah lembaga penyalur kredit perumahan yakni bank dan perusahaan pembiayaan (multifinance).

Tercatat tiga perusahaan pembiayaan yakni PT Bhakti Finance, PT Ciptadana Multifinance, dan PT Finansia Multi Finance, jumlahnya sekitar Rp7 miliar.Pada Juli tahun ini, SMF menyalurkan Rp200 miliar kepada Bank Negara lndonesia (BNI)

Syariah dengan jangka waktu 1 tahun setelah sebelumnya kepada PT Bank DKI dengan nilai Rp30 miliar. Besaran dana Rp736 miliar tersebut mampu disalurkan kepada 23.998 nasabah KPR.

Sekretaris Perusahaan SMF Eko Radianto menambahkan pada on balance sheet, pihaknya hanya dibatasi maksimal memberikan pinjaman selama 10 tahun, sisanya, lembaga penyalur KPR bisa mencari alternatif pinjaman lainnya.

Sekuritisasi terhambat

Lebih lanjut Sutomo mengatakan saat ini belum ada sekuritisasi yang baru setelah BTN. Pihaknya sudah melakukan pendekatan ke hampir seluruh bank yang fokus pada KPR. Akan tetapi, imbuhnya, karena regulasi belum mendukungmaka sekuritisasi belum berlanjut lagi. SMF sendiri didukung Peraturan Presiden No. 19/2005 tentang Pembiayaan Sekunder.

"Kami berhadapan dengan regulasi. Perumahan tetapi memang di regulasi lainnya terbentur karena belum ada adjustment atau penyesuaian," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Corporate Secretary Legal Manager Bhakti Finance Yudhananta menegaskan pihaknya terus memperbesar segmen pembiayaan rumah di wilayah Jabodetabek dengan mengandalkan pendanaan dari SMF.

Dia menilai saat ini ketertarikan multifinance besar hanya saja tenor yang diberikan SMF cenderung lebih pendek.

"Selama ini pembiayaan rumah umumnya dilakukan oleh bank melalui produk KPR dan pembiayaan rumah ini merupakan pasar baru yang diincar oleh sejumlah multifinance, makanya perlu ada peningkatan porsi." kata Yudha-nanta. [tahir.salehbisnis. co.id)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130