Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Pemerintah Harus Berperan Majukan Sektor Properti

03/05/2006
 
New Page 1 Jakarta-Bisnis properti tidak akan mati, meski pada triwulan pertama tahun 2006 penjualan rumah agak tersendat sekitar 60-80 persen. Menurut Ketua Umum DPP REI Lukman Purnomosidhi, hal itu karena rumah adalah kebutuhan dasar setiap manusia yang harus dipenuhi. Tahun ini saja, kebutuhan rumah besar, menengah, dan kecil mencapai 800.000 unit. Sebanyak 100.000 hingga 150.000 unit di antaranya adalah rumah sederhana sehat (RSh). "Apa pun yang terjadi, bisnis properti harus tetap hidup dan tidak boleh mati. Apalagi pemerintah sekarang ini juga ikut memikirkan soal kepemilikan RSh bagi warga kelas menengah ke bawah," kata Lukman di Jakarta, Senin (1/5). Namun demikian, lanjut Lukman Purnomosidhi, pemerintah diharapkan tidak tinggal diam dan membiarkan bisnis properti berjalan sendiri, tetapi harus terus didukung supaya bisa tetap hidup. Jika sektor ini hidup, berarti kurang lebih 100 industri sektor lainnya juga hidup. "Peran pemerintah salah satunya adalah soal penciptaan suku bunga yang rendah dan idealuntuk mendukung bisnis properti. Suku bunga kredit yang ideal adalah 14-15 persen, bukan 19 persen seperti yang berlaku sekarang ini. Coba bandingkan dengan Jepang dan Arab yang hanya 1 persen serta Singapura dan Malaysia 6-7 persen," tegas Lukman Purnomosidhi. Ketika ditanya apakah ada kemungkinan suku bunga kredit akan turun dalam waktu dekat? Menurutnya, tanda-tanda suku bunga kredit akan turun memang ada dan diperkirakan pada semester dua tahun ini. REI juga akan mendesak pemerintah segera menurunkan suku bunga. Sementara itu, bagi pengembang yang terimbas tingginya suku bunga kredit, Lukman menambahkan diharapkan sudah mulai mencari alternatif pendanaan lain. Cara yang paling mungkin ditempuh saat ini adalah go public. Ketua Komite Tetap Pengembangan Properti Kadin Yan Mogi menegaskan upaya lain yang bisa dilakukan pemerintah selain menurunkan suku bunga kredit, adalah menurunkan BI rate. Jika tidak, sektor riil dan bank akan semakin terpuruk.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130