Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Pemerintah Harus Dukung Penguatan Modal BTN

11/07/2007
 
NERACA Jakarta-Pemerintah harus mendukung upaya untuk (memperkuat modal PT. Bank , Tabungan Negara (BTN) apabila menginginkan program perumahan untuk Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR) dapat terlaksana. "Saat ini dalam UU BUMN dimungkinkan pemerintah selaku pemegang saham tidak mewajibkan BUMN menyetorkan seluruh dividen," kata anggota Komisi V DPR-RI, Enggartiasto Lukita di Jakarta, pekan lalu. Menurut Enggar, dalam rangka mendukung program pemerintah untuk membiayai program perumahan sebaiknya laba bersih yang diperoleh dipergunakan untuk memperkuat struktur modal BTN. Enggar menyampaikan bahwa kebijakan untuk memperkuat modal merupakan salah satu solusi sebagai kompensasi belum disetujuinya rencana privatisasi pada tahun 2007. Enggar berpesan apabila memang harus diprivatisasi sebaiknya BTN tidak melupakan misinya dalam membiayai kebutuhan rumah bagi MBR, terkait hal itu dalam privatisasi sebaiknya porsi pemerintah tetap mayoritas. Dia juga menyarankan, agar dana  yang dikelola PT. Sarana Multigriya Finansial (SMF) dan belum dimanfaatkan agar dapat ditempatkan dalam rekening BTN sehingga dapat dimanfaatkan membiayai program perumahan. Sementara itu, menurut Direktur Utama BTN, Kodradi dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR-RI pekan lalu, sebagai kompensasi ditundanya privatisasi telah diputuskan 90 persen laba bersih diserahkan kepada BTN Laba bersih sesudah pajak BTN yang berhasil dicapai sampai akhir Desember 2006 Rp364,7 miliar, sehingga sangat potensial apabila dipergunakan untuk memperkuat permodalan. Posisi modal BTN sampai dengan Mei 2007 mencapai Rpl,8 triliun, lebih tinggi dibandingkan akhir tahun 2006 sebesar Rpl,6 triliun. Dengan perkuatan modal berarti akan meningkatkan kemampuan BTN menyalurkan kredit, kata Kodradi. Kondisi ini juga membuat rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 19,06 persen yang berarti meningkatkan kemampuan kredit BTN sampai dengan 8 kali lipat apalagi ini didukung Aset Tertimbang Menurut Aktiva (ATMR) sebesar 40 persen. Posisi kredit BTN sendiri sampai Mei 2007 sudah mencapai Rpl8,8 triliun. Total kredit baru Rp2,5 triliun, sementara dalam RKAP tahun 2007 kredit baru ditargetkan Rp7,4 triliun, sampai dengan 14 Juni 2007 sudah tersalurkan Rp2,8 triliun lebih diantaranya dipergunakan untuk membangun sebanyak 36.000 Unit RSh. Kamwrl  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130