Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Pemerintah Obral Aset Tanah

01/12/2008
 
New Page 1 Di Jakarta Harganya Cuma Rp 1 Juta/M2 Kota, Warta Kota PEMERINTAH pusat memutuskan untuk menjual aset berupa lahan kepada pengembang. Harga jualnya tidak mahal, hanya Rp 1 juta/m2 untuk tanah yang berlokasi di Jakarta. Tanah-tanah negara yang akan digunakan untuk pembangunan rumah susun (rusun) dibenarkan dilepas dan untuk di DKI Jakarta harganya diputuskan Rp 1 Juta per meter persegi." kata Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) M Yusuf Asyari seusai rapat khusus tentang Rusun di kantor Wakil Presiden M Jusuf Kalla. Rabu (26/11). Menpera mengatakan, banyak pengembang yang mengajukan diri untuk membangun rusun. "Untuk wilayah DKI Jakarta banyak permintaan dan direncanakan akan dibangun 327 tower. Sedangkan di Batam ada 64 tower yang siap dibangun." katanya. Selain itu, kata Yusuf Asyari, Wakil Presiden juga menyetujui usulan agar dana dari Badan Pengelola Tabungan Perumahan (Bapeltarum) yang saat ini ada di Departemen Keuangan bisa dialihkan ke Bank BTN untuk memperkuat likuiditas. "Wapres juga menyetujui usulan agar dana Bapeltarum yang dipegang Menteri Keuangan dialihkan ke Bank BTN." katanya. Saat ini ada dana sekitar Rp 2 triilun dari Bapeltarum yang berada di tangan Menkeu. Jika dialihkan ke Bank BTN, maka dana tersebut bisa digunakan untuk membiayai pembangunan rusun dan perumahan lainnya." ujar Menpera. Sementara itu pengembang yang tergabung dalam Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP PP REI) menyambut gembira rencana tersebut, karena proyek pembangunan rumah susun semakin cepat terwujud. "PP (peraturan pemerintah) sudah ada, tinggal SK Menkeu keluar. Jika SK sudah ada itu, maka kebijakan ini bisa segera diimplementasikan." ujar Alwi Bagir Mulachella. Sekjen DPP PP REI. Menurut Alwi, sebenarnya gagasan penggunaan lahan milik BUMN untuk digunakan rusunami sudah lama diwacanakan. Namun, wacana Itu tidak ditanggapi Menteri Keuangan. Buktinya berbagai proyek rusunami yang kini sedang dibangun pengembang adalah tanah milik pengembang yang dibeli dari masyarakat. "Jika SK Menkeu sudah ada. kami pengembang bisa memilih tanah mana yang sekiranya cocok untuk proyek rusunami." ujar Alwi. Potensi pasar rusunaml saat ini, kata Alwi masih cukup bagus ketimbang proyek properti lainnya. Sebab, rusunami yang diperuntukkan bagi karyawan berpenghasilan maksimal Rp 4.5 juta/bulan ini, masih memperoleh subsidi suku bunga dari pemerintah. "Jadi, biarpun suku bunga kredit naik, konsumen rusunami tidak terkena dampaknya," ujar Alwi. Serakah Sedangkan Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) DKI Jakarta. David Tjandra, berharap para pengembang anggota REI bersedia melakukan kerja sama dalam memasarkan proyek rusunami. Sebab, selama Ini pengembang Jalan sendiri dalam memasarkan proyek rusunami yang sangat laris Itu. "Arebi berharap adanya kebijakan pemerintah di proyek rusunami ini bisa dinikmati oleh semua stake holder di bisnis ini. Bukan hanya pengembang, tapi juga broker." ujar David Tjandra. Selama Ini menurut David, pengembang membentuk tim pemasaran sendiri dalam memasarkan proyek rusunami. Padahal, jika Arebi dilibatkan dampaknya sangat besar bagi pembukaan lapangan kerja. "Pengembang kadang serakah sih, bagian kami (Arebi) diembat juga," ujarnya, (ver)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130