Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Pemerintah Siapkan Dana untuk Kredit Mikro Perumahan

08/06/2006
 
New Page 1 JAKARTA, (PR).- Kementerian Negara. Perumahan Rakyat akan mengalokasikan dana sebesar Rp 31 miliar untuk pengadaan tahap awal kredit mikro perumahan. Kredit untuk perumahan tersebut, sasarannya adalah masyarakat berpenghasilan tidak tetap. Meneg Perumahan Rakyat M. Yusuf Asyari menyatakan hal itu usai penandatanganan kesepakatan (MoU) dengan Perum Pegadaian dan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT), di Jakarta, Selasa (6/6). Dikatakan, kerja sama tersebut merupakan kelanjutan kesepakatan dengan Jamsostek dan Bapertarum untuk mendapatkan kredit perumahan dengan sasaran pekerja dan PNS yang berpenghasilan tetap. Yusuf menyebutkan, untuk menyentuh masyarakat berpenghasilan tidak tetap di sektor perumahan maka perlu memanfaatkan Lembaga Kredit Mikro seperti BMT dan Pegadaian. Saat ini terdapat sekira 3.000 BMT dan 800 Kantor cabang Pegadaian, sehingga dana itu dapat disalurkan kepada sektor perumahan melalui pembiayaan mikro. Menurutnya, sasaran dalam pembiayaan kredit mikro tidak semata-mata pemilikan rumah baru, tetapi juga rumah swadaya yang dibangun sendiri. Seperti diketahui, dalam gerakan sejuta rumah 80 persen sasaran melupakan rumah swadaya. Sementara itu, Dirut Perum Pegadaian, Dedi Kusdedi mengatakan, masyarakat yang akan memanfaatkan kredit perumahan cukup menggadaikan barang bergerak seperti perhiasan, surat pemilikan kenda-raan bermotor, dan jaminan fidusia lainnya. Dedi mengaku belum mengetahui manfaat dana itu nantinya, tetapi hal itu diharapkan dapat disalurkan dalam bentuk subsidi selisih bunga. "Mungkin jika bunga saat ini 15 persen maka dapat ditekan 10-12 persen saja," ujarnya. Dedi mengatakan, perlu kebijakan lebih lanjut soal jangka waktu karena rumah butuh jangka panjang. Saat ini pinjaman diberikan jangka waktu 4 bulan serta dapat diperpanjang sampai 1-2 tahun. Dirut Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil, Amin Azis (lembaga yang membawahi BMT) mengatakan, untuk rumah swadaya sanggup membiayai dalam jangka waktu 3-4 tahun. BMT yang masuk dalam jasa keuangan syariah di bawah Kantor Meneg Koperasi dan UKM setengahnya dikategorikan sehat sehingga hanya yang memenuhi syarat saja dipercaya untuk menyalurkan kredit mikro perumahan. "Saat ini aset BMT ada yang mampu mencapai Rp 300 miliar sehingga siap untuk menjadi BPRB Syariah," katanya. Sementara itu, Sekretaris Meneg Perumahan Rakyat, Noer Sutrisno mengatakan, jika alokasi Rp 31 miliar habis maka nantinya dapat dimintakan sesuai kebutuhan. KP RSH Di tempat terpisah, Deputi Pembiayaan Menteri Negara Perumahan Rakyat, Iskandar Saleh mengatakan, penerbitan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi sampai Mei 2006 sudah mencapai 90 persen dari total Kredit Pemilikan Rumah Sederhana Sehat (KP-RSH) sebanyak 34.591 unit. Namun, dari 31.201 KP-RSH bersubsidi tersebut yang mengajukan verifikasi baru 17.752 unit dari 8 bank. Bank tersebut di antaranya BTN, BNI, BTNB Syariah, BPDB Kaltim, BPDB Kalsel, BPDB Kalbar, BPD Sulsel, dan BPDB Sumsel dibanding bulan sebelumnya terjadi peningkatan 6.466 unit. "Lambatnya perbankan mengajukan verifikasi karena alasan membutuhkan waktu untuk mengumpulkan data-data nasabah KP-RSH bersubsidi sesuai persyaratan yang diajukan pemerintah," kata Iskandar. (A-68/ant)***  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130