Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Pemerintah Tetapkan Harga Jual Baru RSH Maksimum Rp 42 Juta/Unit

17/05/2005
 
JAKARTA, NERACA                   Pemerintah akhirnya menetapkan harga jual baru untuk rumah sederhana sehat (RSH) yang pembeliannya difasilitasi kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi maksimum Rp 42 juta/unit atau naik 16% dari patokan harga yang berlaku selama ini.                   Penyesuaian patokan harga jual RSH yang dilakukan karena adanya kenaikan harag bahan bakar minyak (BBM) itu diungkapkan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestate Indonesia (DPP REI) Lukman Purnomosidhi, ketika dihubungi wartawan di Jakarta, usai bertemu dengan Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Yusuf Asy’ari dalm musyawarah Daerah DPD REI Sumatera Barat, di Padang, kemarin.                   “Pak Menteri menyatakan, keputusan Menpera mengenai kenaikan harga jual RSH sudah ditandatangani. Harga RSH maksimum Rp 42 juta,” kata Lukman.                   Lukman sendiri mnegakui, kenaikan harga jual RSH itu masih jauh dari harapan para pengembang anggota REI yang menginginkan kenaikan sebesar 20% dari harga yang berlaku selama ini. “Hal ini berarti naik sekitar 16% atau jauh dari harapan anggota REI yang memperkirakan kenaikan sekitar 20% atau mencapai Rp 43,2 juta/unit,” ucapnya.                   Meski begitu, lanjut dia, pihaknya akan meminta para anggota REI untuk menerima kenyataan tersebut karena sudah resmi ditetapkan. “DPP REI akan meminta para pengembang untuk mengikuti ketentuan baru tersebut dan menyesuaikan pembangunan rumahnya dengan aturan itu,” katanya menuturkan.                   Informasi yang diterima  Neraca, selain penyesuaian harga jual lewat surat Keputusan Menpera tersebut pemerintah juga mengatur pemberian subsidi selisih bunga untuk fasilitas KPR yang digunakan, pemberian subsidi untuk membangun dan memperbaiki rumah, serta pemberian subsidi untuk uang muka pembelian rumah.                   Namun, untuk subsid yang diberikan telah ditetapkan kelompok sasaran yang berhak menerimanya. Untuk kelompok sasaran I adalah mereka yang memiliki penghasilan Rp 900 ribu hingga Rp 1,5 juta/bulan, kelompok sasaran II adalah mereka yang berpenghasilan Rp 500 ribu hingga Rp 900 ribu/bulan dan kelompok III dengan penghasilan mulai dari Rp 350.000 hingga Rp 500.000/bulan.                   Berdasarkan kelompok sasaran tersebut, maka harga jual baru RSH maksimum Rp 42 juta/unit berlaku untuk kelompok sasaran I. Sedangkan untuk kelompok sasaran II dan III masing-masing maksimum Rp 30 juta dan Rp 17 juta/unit.                   Sebelumnya, Menpera Yusuf Asy’ari menyatakan, pihaknya telah mengajukan usul ke Departemen Keuangan agar pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas pembelian RSH dihapus menyusul rencana kenaikan harga jual rumah jenis tersebut sebesar 16,7% dari harga yang berlaku selama ini atau dari Rp 36 juta/unit menjadi Rp 42 juta/unit.                   “Dengan harga Rp 36 juta/unit memang tidak kena pajak. Tetapi, jika kemudian ada ketetapan dinaikkan menjadi Rp 42 juta/unit dan terkena pajak maka kenaikan itu tidak ada artiya, karena digunakan untuk membayar pajak,” katanya.   
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130