Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Peminat Rumah Sederhana Masih Besar di Jabodetabek

04/04/2006
 
JAKARTA, KOMPAS - Meskipun suku bunga kredit pemilikan rumah atau KPR masih relatif tinggi, minat pemilikan rumah sederhana atau tipe, kecil oleh masyarakat di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek tetap besar. Indikasinya, dalam pameran rumah murah berharga Rp 100 juta ke bawah pada Sabtu hingga Senin dibukukan transaksi penjualan sekitar Rp 5,5 miliar. Bahkan, jumlah pengunjung dalam tiga hari pameran tersebut mencapai 22.000 orang. "Kami tak menduga jumlah pengunjung sebanyak itu. Fakta ini menunjukkan minat masyarakat di Jakarta dan sekitarnya terhadap rumah murah sungguh luar biasa. Artinya, peluang pasarnya masih terbuka luas," kata Presiden Direktur Panangian Proexco Panangian Simanungkalit di Jakarta, Senin (3/4). Pameran rumah murah itu digelar Panangian Proexco selama sembilan hari mulai 1 April sampai 9 April 2006 di Balai Kartika, Jakarta. Rumah yang dipamerkan bertipe 21 dan tipe 36 dengan harga Rp 40 juta sampai Rp 100 juta per unit. Hampir 70 persen transaksi terjadi pada rumah tipe 21-36. Pada hari pertama pengunjung mencapai 9.000 orang. Lalu, hari kedua 8.000 orang, pada hari ketiga 5.000 orang. Direktur Operasi Panangian Proexco Angela Puji menargetkan transaksi penjualan selama sembilan hari pemeran mencapai sekitar Rp 30 miliar. Melihat antusiasme masyarakat selama tiga hari terakhir, dia optimistis target itu dapat terpenuhi. Apalagi sebagian besar dari 45 peserta pameran merupakan pengembang perumahan dengan kisaran harga Rp 40 juta-Rp 500 juta. Dalam pameran itu, ada pengembang yang berani menawarkan harga yang menggiurkan. Misalnya, uang muka hanya Rp 2,9 juta per unit dengan suku bunga KPR sebesar 10 persen per tahun, dan jumlah cicilan Rp 300.000 per bulan. Ikut pula dalam pameran tersebut perbankan antara lain BNI, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Mandiri, Bank Niaga, serta Bank Bumiputera. Tentang kelesuan transaksi perumahan selama ini, menurut Puji, hal itu karena pengembang umumnya menyediakan rumah dengan harga di atas Rp 250 juta per unit. Padahal, hasil penelitian Pusat Studi Properti Indonesia, selama tahun 2006, permintaan rumah di Jabodetabek yang tertinggi justru berada pada kisaran di bawah Rp 250 juta. Sementara itu, Pimpinan Penjualan Perumahan Puri Sentosa Aris Prihandono mengatakan, dari tiga tipe yang ditawarkan dalam pameran, yaitu 22/60, 22/72, dan 28/72, pembeli sangat meminati tipe terakhir yang dijual tunai Rp 40,5 juta. "Harganya relatif murah dan cicilannya pun ringan," kata Aris. Agen pemasaran Perumahan Graha Mustika Media Nurul Hayati juga mengakui, pembeli sangat meminati rumah tipe 22/60 dan 29/60 pada proyek yang mereka miliki di Bekasi. Kedua tipe itu dijual seharga Rp 41,1 juta sampai Rp 47,5 juta per unit.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130