Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Penerimaan Hapus Buku BTN Lampaui Target

30/11/2005
 
JAKARTA - Penerimaan hapus buku kredit macet BTN telah melampaui dari nilai yang diserahkan kepada Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara (DJPLN). Menurut Kodradi, direktur utama BTN, selama ini banknya telah melakukan pelelangan agunan debitor macet melalui Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara (DJPLN), dengan hasil yang cukup bagus. "Hingga saat ini, hampir seluruh hapus buku tersebut sudah diberikan kepada DJPLN. Dan, selama ini hasil penarikan kembali hapus buku dari DJPLN tersebut memiliki jumlah yang lebih besar daripada jumlah hapus bukunya," papar Kodradi kepada Investor Daily, Selasa (29/11) di Jakarta. Selama tahun 2005, BTN telah merencanakan hapus buku sekitar Rp 74 miliar. Sedangkan target penerimaan hapus buku pada akhir 2005, diharapkan dapat mencapai Rp 80,67 miliar. Namun, lanjut Kodradi, hingga September lalu realisasi penerimaan hapus buku telah mencapai Rp 83,6 miliar. "Prosedur lelang melalui DJPLN telah memberikan hasil yang cukup bagus. Lagipula, agunan rumah di Bank BTN tidak memiliki nilai dan jumlah yang besar," papar Kodradi. Dia menambahkan, BTN selalu memegang prinsip, jumlah kredit yang dihapus bukukan harus lebih rendah, daripada hasil penerimaan dari hapus buku tersebut. Setiap tahunnya, Bank BTN mengajukan lelang agunan debitor macet kepada DJPLN setiap tiga bulan sekali. Sementara, pelelangan dilakukan setiap bulannya. Bank BTN memilih melakukan pelelangan melalui DJPLN karena bila melalui pengadilan akan memakan waktu yang sangat lama. Selain itu, biaya yang dikeluarkan sangat besar, sehingga tidak sesuai dengan nilai jaminan rumahnya. Namun demikian, Kodradi menilai langkah yang dilakukan Bank Mandiri untuk bisa mengeksekusi langsung agunan debitor macet sebagai upaya yang bagus. "Selama hal itu dilakukan sebagai upaya membuat perbankan lebih baik, saya nilai bagus," ujar Kodradi. Sedangkan Bank BTN belum akan mengajukan permohonan eksekusi langsung agunan debitor macet, seperti yang dilakukan Bank Mandiri. Dengan kondisi Bank BTN saat ini, hal itu dinilai belum terlalu mendesak. Kredit Menanggapi isu adanya cabang Bank BTN yang menghentikan pemberian Kredit Yasa Griya (KYG), Kodradi menyatakan, kasus itu kemungkinan memang terjadi. Hal ini dikarenakan, ada beberapa cabang yang telah melampaui target penyaluran kredit, sehingga dia menghentikan pemberian kredit. Kemungkinan lainnya, ada cabang yang target penghimpunan dana pihak ketiganya tidak memenuhi target. "Cabang yang seperti ini, jika terus memberikan kredit akan mendapatkan teguran dari kami. Ini penting karena BTN harus menghimpun dana sendiri," jelas Kodradi. Jadi, tidak betul jika terdapat isu bahwa Bank BTN telah menghentikan penyaluran kredit karena kekurangan likuiditas." Wong, penyaluran kredit kami sudah melampaui target kok dibilang kekurangan likuiditas," ujar Kodradi. Hingga akhir tahun 2005, Bank BTN menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 4,08 triliun, sedangkan pada posisi September 2005 telah mencapai Rp 4,88 triliun, telah tersalurkan 120%. KPR RSH Tersendat Kendati demikian, Kodradi juga mengakui, dari segi unit, penyaluran kredit KPR RSH belum mencapai target. Hingga saat ini, Bank BTN baru memberikan kredit KPR RSH sebanyak 63.599 unit, sedangkan target tahun 2005 adalah 75.000 unit. Namun, dia menambahkan, dari segi nominal, Bank BTN telah mencapai target, yakni Rp 1,77 triliun. Sementara itu, tahun 2006 Bank BTN menargetkan akan mengambil porsi 100 ribu unit dari jumlah yang ditentukan pemerintah 230 ribu unit. Mengenai bunga KPR, Kodradi menjelaskan, untuk rumah yang saat ini pembangunannya masih 70%, Bank BTN sudah dapat memberikan angka kredit. Dengan syarat, rumah itu harus selesai paling lambat bulan Maret tahun 2006. Hingga akhir tahun 2005, Bank BTN masih akan memberikan bunga sebesar 14,5%, lebih dari itu bunganya akan berbeda. "Saya menghimbau kepada para pengembang, sebaiknya memasarkan KPR nya paling lambat Desember 2005 walaupun baru selesai 70%. Bahkan baru 60% saja sudah akan kami beri angka kredit," jelas dia.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130