Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Pengembang Harus Jeli Cari Celah Pasar

19/04/2006
 
New Page 1 "Tipe 36 merupakan favorit bagi pegawai kelompok menengah bawah, namun karena harga material dan tanah naik maka harga rumah tipe 36 sulit ditekan hingga di bawah Rp42 juta." NERACA, Semarang - Pengembang harus jeli mencari celah pasar di tengah kelesuan daya beli masyarakat, agar bisnis properti tetap eksis di. masa-masa sulit seperti saat ini. Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Jawa Tengah Sudjadi di Semarang, Selasa, menjelaskan, pasar rumah sehat sederhana (RSH) sebenarnya masih sangat terbuka dan menjadi peluang bagi pengembang, namun karena daya beli sedang melemah, maka diperlukan kiat jitu menembus kelesuan ini. Menurur Dirut PT Ajisaka tersebut, selain daya beli merosot, suku bunga bank termasuk kredit pemilikan rumah juga melejit meski pemerintah tetap memberi subsidi bunga bagi konsumen RSH. "Tapi harga tanah terus melambung, begitu pula material. Tidak ada cara lain kecuali menerapkan efisiensi, agar harga RSH tetap terjangkau konsumen," kata Sujadi yang membangun seribu unit lebih RSH di Meteseh, Tembalang.'Kenaikan harga material dan tanah memang melambungkan harga rumah, tapi masalah ini bisa diatasi dengan menyediakan rumah tipe 21 atau 27. "Tipe 36 merupakan favorit bagi pegawai kelompok menengah bawah, namun karena harga material dari tanah naik maka harga rumah tipe 36 sulit ditekan hingga di bawah Rp42 juta," katanya. Pemerintah, katanya, memberi subsidi selisih bunga kredit pemilikan rumah (KPR) untuk rumah dengan harga di bawah atau sama dengan Rp42 juta. Bunga KPR komersial saat ini sekitar 18 persen per tahun, sehingga dengan subsidi pemerintah sebesar delapan persen maka konsumen hanya membayar bunga 10 persen. Pemerintah melalui APBN 2006 akan mengalokasikan anggaran senilai kurang lebih Rp352 miliar untuk subsidi KPR. Dana ini diperkirakan bisa dialokasikan untuk sekitar 125 ribu RSH. Bank BTN sendiri, menurut Direktur Utama Kodradi, pada tahun ini menyediakan plafon KPR untuk 100.000 RSH. Sudjadi mengemukakan, kenaikan harga tanah dan material harus disiati pengembang dengan membangun RSH tipe mungil, agar harganya tetap terjangkau sebagian besar pegawai. REI Jateng pada tahun ini menargetkan bisa membangun sekitar 10.000 unit rumah dan sekitar 8.000 unit lainnya dibangun Apersi, koperasi, dan lainnya.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130