Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Pengembang Tak Tertarik Rumah Susun

06/09/2006
 
New Page 1 JAKARTA Kalangan pengembang tidak tertarik membangun rumah susun karena tidak layak secara bisnis. Sebab, target pasar rumah susun diperkirakan tidak akan mampu membeli akibat mahalnya biaya pembangunan rumah itu. Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Rumah Sederhana Seluruh Indonesia Fuad Zakaria mengatakan pengembang tidak dapat menghindari mahalnya biaya pembangunan rumah susun karena komponen biaya pembangunannya memang sudah sangat mahal. Contohnya, kata Fuad, biaya pengadaan lahan dipastikan mahal karena berada di tengah kota. Di sisi lain, harga bahan-bahan bangunan saat ini sudah merangkak sehingga biaya produksi juga semakin meningkat. "Biaya pembangunan rumah susun rata-rata Rp 3-4 juta per meter," kata dia di Jakarta kemarin. Apabila harga jual ditetapkan Rp 5 juta per meter, Fuad meragukan ada kelompok sasaran rumah ini, yakni masyarakat dengan segmentasi menengah ke bawah, dapat membelinya. "Siapa yang mau membeli?" kata dia. Selain itu, harga jual Rp 5 juta itu dinilai tanggung oleh pengembang. Artinya, kata Fuad, pembeli cenderung memilih apartemen yang harganya tidak terpaut jauh, sekitar Rp 8 juta per meter. "Nanti kami (pengembang) lebih tertarik membangun apartemen yang harga jualnya Rp 8 juta per meter, pembelinya jelas," katanya. Menurut Fuad, pembangunan rumah susun bagi masyarakat menengah ke bawah dapat direalisasi bila pemerintah memberikan insentif. "Tapi insentif ini masih wacana," ujarnya. Pemerintah seharusnya dapat memberikan kemudahan dalam hal izin pembangunan. Pemerintah, kata Fuad, juga perlu membentuk wadah khusus untuk pembiayaan rumah susun. Bantuan juga dapat berupa penyediaan lahan sehingga biaya lahan dapat dipotong. "Misalnya menggunakan tanah milik pemerintah daerah yang dikerjasamakan atau justru dihibahkan," ujarnya. Sebelumnya, pemilik Citra Group, Ciputra, menyatakan kesiapannya untuk berinvestasi hingga Rp 1 triliun untuk pengembangan rumah susun bila pemerintah menyediakan lahan dan memberi subsidi bunga. Sebab, tingkat bunga kredit pemilikan rumah saat ini dinilai sangat mahal. Pemerintah juga berencana memberi subsidi bunga KPR untuk pembangunan rumah susun bagi masyarakat Jakarta. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bunga KPR akan disubsidi 5 persen, sehingga bunga bank yang dibayarkan pembeli hanya 10 persen dari seharusnya 15 persen. Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Ashari sebelumnya mengatakan rumah susun harus segera dibangun dalam rangka pengembangan hunian di dalam kota besar dengan penduduk lebih dari 2 juta. Dalam rangka memasyarakatkan rumah susun ini, pemerintah akan membangun proyek percontohan rumah susun di Berlan, Jakarta Timur, dan Manggarai, Jakarta Selatan. harun mahbub  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130