Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Penggabungan BTN ke bank lain ditentang

01/10/2007
 
New Page 1 Oleh IRSAD SATI Bisnis Indonesia JAKARTA: Kalangan pemangku kepentingan sektor perumahan menentang rencana Meneg BUMN Sofyan Djalil menggabungkan Bank BTN ke dalam BNI dan BRI. Menpera Muhammad Yusuf Asy'ari menegaskan dari segi kepentingan kesinambungan program perumahan rakyat dan sektor perumahan tidak boleh dilakukan penurunan status Bank Tabungan Negara. Apalagi sampai menggabungkan bank pendukung utama pembiayaan perumahan rakyat itu ke dalam organisasi bank lain seperti Bank Negara Indonesia atau Bank Rakyat Indonesia. "Penggabungan itu tidak strategis dari segi kepentingan pembiayaan perumahan rakyat menengah bawah yang selama ini di bawah BTN. Karakter pasar mereka sangat berbeda, di mana pembiayaan BTN lebih dari 95% ditujukan untuk RSh," katanya pekan lalu Ketua Komisi V DPR Ahmad Muqowam mengatakan akan mengadakan pertemuan dengan anggotanya terkait pernyataan Meneg BUMN. Dalam hal ini, lanjutnya, pihaknya selaku komisi yang membawahi program perumahan rakyat akan memberikan pernyataan sikap termasuk memperkuatnya dengan kesimpulan dari rapat sebelumnya terhadap penolakan akuisisi ataupun merger terhadap BTN. Ketua Umum DPP Perusahaan Realestat Indonesia Lukman Purnomosidi dan Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Permukiman dan Perumahan Sederhana Indonesia Fuad Zakaria mengecam rencana itu. Mereka menganggap hal itu sebagai ancaman bagi pengembangan rumah sederhana sehat (RSh) yang sudah menjadi bisnis pengembang dan program prorakyat bagi pemerintah dari tahun ke tahun.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130