Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Penilaian soal BTN Tidak Tepat

01/10/2007
 
New Page 1 Bank Bukan Lembaga yang Cocok Salurkan KPR JAKARTA, KOMPAS-Pernyataan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan A Djalill soal kinerja Bank Tabungan Negara dinilai tidak tepat. Selama ini pangsa pasar BTN masyarakat menengah bawah, sedangkan pangsa pasar bank-bank lain menengah atas. BTN menguasai 98 persen pasar menengah bawah. Demikian inti pendapat yang dikemukakan Media Relation , BTN Dody Agoeng, Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Lukman Purnomosidi, serta pengamat properti Ali Tranghanda dan Panangian Simanungkalit. Mereka dihubungi pekan lalu di Jakarta berkaitan dengan rencana Menneg BUMN yang sedang mempertimbangkan agar BTN bisa menjadi bagian dari Bank Negara Indonesia (BNI) atau Bank Rakyat Indonesia (BRI). Opsi itu tercetus karena melihat pangsa pasar BTN yang semakin tergerus. Berkaitan dengan soal ini, tidak satu pun direksi BTN yang bersedia memberikan penjelasan. Menurut Dody, tidak cukup alasan untuk mendudukkan posisi BTN dengan pangsa pasar yang tergerus, sebagaimana disebutkan Menneg BUMN. Perbankan yang terjun ke bisnis pembiayaan perumahan semuanya mengalami mismatch pendanaan karena memang belum ada bank yang bisa menyediakan dana jangka panjang untuk pembiayaan perumahan yang juga bersifat jangka panjang. Namun, lanjut Dody, sampai sekarang BTN masih bisa solid mendukung kredit pemilikan rumah (KPR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Kemudian soal dana Rp 2 triliun yang ditargetkan bisa diperoleh dari hasil pencatatan saham perdana (IPO) BTN di pasar modal tahun depan, Dody menyebutkan bahwa dana sebesar itu sangat besar bagi BTN. "Dengan dana tersebut, BTN menjamin program pembangunan 1 juta rumah sederhana sehat (RSH) dan 1.000 menara rumah susun sederhana akan terealisasi tanpa harus melibatkan bank lain," ujar Dody. Untuk tahun ini hingga 17 September, jumlah KPR untuk RSH yang sudah direalisasikan BTN sebanyak 62.536 unit dengan nilai kredit sebesar Rp 2,27 triliun. Total kredit yang sudah disalurkan BTN senilai Rp 4,9 triliun. Soal klasik Lukman Purnomosidi mengaku belum mengerti arah kebijakan pemerintah soal BTN. Kalau disebutkan BTN mismatch dan tergerus pangsa pasarnya, selama ini sumber pembiayaan KPR BTN memang berasal dari dana jangka pendek, seperti giro, tabungan, dan deposito. "Itu bukan hal baru. Ini soal klasik dan tidak hanya BTN tetapi semua bank yang jualan KPR di Indonesia, termasuk BNI dan BRI, sumber dananya sama seperti BTN," tutur Lukman. Soal pangsa pasar BTN, Lukman menjelaskan target pasar BTN adalah KPR RSH yg harga maksimumnya Rp 49 juta per unit, sedangkan target pasar bank-bank lain umumnya adalah KPR di atas Rp 50 juta. Untuk KPR RSH, bank BTN bersaing dengan BPD seIndonesia serta BNI dan BRI. Saat ini bank pelaksana KPR RSH sekitar 30 bank, tetapi faktanya pangsa pasar BTN masih dominan. Sementara itu, Direktur Utama PT Sarana Multi Griya Finansial Erica Soeroto menyebutkan, sebenarnya bank bukan lembaga yang cocok untuk menyalurkan KPR karena hal itu bukan merupakan bisnis intinya. (GUN/RYO)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130