Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Penjualan Saham BTN Dikaji Ulang Rencana privatisasi bersifat dinamis.

12/02/2007
 
JAKARTA-Rencana pemerintah menjual saham PT Bank Tabungan Negara lewat penjualan saham perdana (IPO) pada tahun ini terancam ditunda. Penyebabnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara tak memasukkan rencana penjualan saham bank itu dalam agenda privatisasi BUMN yang akan dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat. Pada pertengahan-bulan ini, pemerintah dan Dewan dijadwalkan akan membahas privatisasi BUMN 2007. Berdasarkan data yang diperoleh Tempo, pemerintah hanya mengajukan enam BUMN yang akan diprivatisasi tahun ini, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk., PT Wijaya Karya, PT Jasa Marga, PT Garuda Indonesia, PT Merpati Airlines, dan PT Permodalan Nasional Madani. Adapun privatisasi empat BUMN yang perlu pengkajian lebih lanjut adalah privatisasi BTN, PT Krakatau Steel, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Kertas Padalarang. Menteri Negara BUMN Sugiharto mengakui proses privatisasi empat BUMN, termasuk BTN, perlu pengkajian lebih mendalam. Namun, kata dia, agenda privatisasi tahun ini yang akan diserahkan ke parlemen bersifat dinamis. "Itu (privatisasi) bisa diajukan kembali apabila kajian detail telah selesai," ujarnya di Jakarta pekan lalu. Menurut dia, setelah hasil pengkajian detail rampung, pemerintah akan membahas rencana privatisasi sejumlah BUMN bersama Komite Privatisasi. BTN membutuhkan tambahan modal Rp 1,5-2,5 triliun untuk ekspansi pembiayaan kredit. Ada dua opsi yang diajukan manajemen BTN, yaitu penerbitan obligasi atau surat utang dan IPO. BTN semula akan menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun tahun ini. Namun, penjualan surat utang ini dibatalkan karena manajemen yakin proses IPO akan dijalankan (Koran Tempo, 12 Januari). Saat ini BTN sedang melakukan program sekuritisasi hak tagihnya melalui security mortgage facility senilai Rp 500 miliar. Sugiharto tak menjelaskan alternatif pembiayaan BTN yang memerlukan dana besar untuk proyek pembangunan 1.000 tower rumah susun. "Tanyakan saja hal teknis kepada Deputi," ujarnya. Menurut Direktur BTN Iqbal Latanro, manajemen BTN belum mendapat informasi soal itu. "Saya belum berani berkomentar, nunggu penjelasan resmi dari pemerintah," katanya kepada Tempo di Jakarta kemarin. Menurut dia, manajemen BTN ada kemungkinan sudah mendapatkan kejelasan dalam rapat Komite Privatisasi. "Tunggu pemegang saham saja. Mungkin ada beberapa strategi yang sedang dipertimbangkan pemerintah," katanya.   YULIAWATI I DESI PAKPAHAN  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130