Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Penurunan Suku Bunga Penjaminan tak Signifikan

17/02/2006
 
New Page 1 Penurunan premi LPS mengurangi biaya dana di bank syariah. JAKARTA - Penurunan suku bunga penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dari 13 persen menjadi 12,75 persen untuk periode 15 Februari hingga 14 Maret 2006 dinilai tidak signifikan. Pengurangan pada kisaran 0,25 persen masih terlalu kecil untuk mendukung perkembangan perbankan syariah. Demikian diungkapkan Assistant Vice President (AVP) Urusan Syariah Bank Bukopin, Noor Cholis kepada Republika, Senin, (13/2). Namun, Noor menyambut baik penurunan tersebut. Itu karena penurunan tersebut berdampak pada kecenderungan menurunnya biaya bagi hasil (cost of fund). "Saya senang penurunan tersebut meskipun belum begitu berpengaruh. Hal ini karena penurunan biaya bagi hasil, maka laba yang diperoleh bank pun meningkat," katanya. Saat ini, Bank Bukopin Syariah belum akan mengubah persentase bagi hasil. Menurut Noor, dengan adanya penuruan bunga penjaminan simpanan, maka margin pembiayaan menurun pula. "Sehingga banyak nasabah yang bisa kita biayai. Hal ini berbeda jika margin pembiayaan tinggi akibat cost of fundnya tinggi yang dapat mengurangi jumlah nasabah yang dibayai dan dapat menyebabkan NPF meningkat," katanya. Pada akhir, tahun lalu, Dana Pihak Ketiga yang dihimpun berjumlah Rp 204 miliar. Menurutnya, nisbah bagi hasil yang ditetapkan adalah 62 persen bagi nasabah deposito satu bulan, 65 persen bagi nasabah deposito tiga bulan, dan 69 persen bagi nasabah enam bulan dan 12 bulan. "Sedangkan, pembiayaan berjumlah Rp 304 miliar. Saat ini, kami belum akan mengubah ketentuan nisbah," katanya. Nogr menyatakan, perbankan syariah akan lebih berkembang bila suku bunga penjaminan terus diturunkan. Ia mengharapkan suku bunga penjaminan turun hingga angka satu digit sebagimana sebelum krisis ekonomi tahun lalu. Hal senada diungkapkan Wakil Kepala Divisi Syariah Bank BTN, Zon Heryanto. Menurutnya, penurunan suku bunga pinjaman menyebabkan cost of fund menurun sehingga meningkatkan laba yang diterima bank dan nasabah. "Ini sudah merupakan hukum dalam bank," katanya. Meskipun begitu, menurutnya, BTN belum akan merevisipersentase bagi hasil bank dan nasabah. Pasalnya, persentase hanya bisa diubah melalui rapat direksi. "Tapi, saya kira dalam waktu dekat tidak akan direvisi karena penurunannya sangat kecil," katanya. Ia juga berharap penurunan suku bunga penjaminan dapat mencapai angka di bawah 10 persen. Jika hal tersebut terjadi, maka ia meyakini ekonomi perbankan syariah maupun konvensional akan lebih berkembang. Sebelumnya, Kamis, (9/2), Kepala Eksekutif LPS, Krisna Wijaya menyatakan LPS menurunkan suku bunga penjaminan dari 13 persen menjadi 12,75 persen untuk periode 15 Februari hingga 14 Maret 2006. "Suku bunga penjaminan kita turunkan mengingat kondisi makro yang sudah membaik dan dengan penyesuaian Giro Wajib Minimum (GWM), diharapkan likuiditas menjadi lebih longgar," katanya. LPS mengharapkan perburuan suku bunga tinggi dengan alasan suku bunga penjaminan tinggi juga dapat dikurangi. Menurutnya, suku bunga penjaminan untuk simpanan dalam mata uang rupiah di bank umum dengan jangka waktu satu bulan adalah 12,75 persen. Untuk jangka waktu tiga bulan menjadi 12,80 persen, enam bulan 12,85 persen, 12 bulan 12,90 persen, dan 24 bulan 12,95 persen. Berita Foto : BERBEDA: Perhitungan penjaminan simpanan bank syariah masih disamakan dengan konvensional. Padahal sistem yang diberlakukan berbeda karena berbasis bagi hasil. Tampak suasana di sebuah bank.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130