Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Penyaluran Kredit Perumahan BTN Meningkat

16/01/2003
 
JAKARTA - Selama tahun 2002, PT Bank Tabungan Negara (BTN) mampu meningkatkan penyaluran kredit perumahan nonsubsidi. Penyaluran kredit perumahan nonsubsidi melalui kredit griya utama mencapai Rp 1,3 triliun, sedangkan di tahun 2001 hanya Rp 800 miliar. Di tahun-tahun sebelumnya juga berada di bawah Rp 1 triliun. Meskipun demikian, manajemen mengakui pencapaian tersebut belum sesuai target sebesar Rp 1,8 triliun. "Selama tahun 2002 BTN telah menyalurkan kredit perumahan nonsubsidi griya utama sebesar Rp 1,3 triliun. Meskipun tidak mencapai target, tetapi telah terjadi peningkatan yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya yang tidak pernah mencapai angka satu triliun rupiah. Artinya, rencana BTN untuk mengurangi pengucuran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi, seperti yang diinginkan pemerintah, sudah tercapai," kata Direktur Utama BTN Kodradi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/1). Seperti diketahui, berdasarkan hasil kajian konsultan PriceWaterhouse Coopers (PwC), BTN harus memfokuskan penyaluran kredit pada sektor perumahan tanpa subsidi. Selama ini, bank tersebut dikenal sebagai bank pelaksana penyaluran KPR subsidi untuk mendukung program pemerintah. Namun setelah pemerintah memutuskan KPR subsidi harus dihentikan pada 2004, BTN diminta menjadi bank komersial yang memfokuskan diri pada kredit perumahan. Lebih lanjut Kodradi menyatakan, apabila penyaluran kredit perumahan dikaitkan dengan program KPR subsidi, pencapaian di tahun 2002 sudah mendekati target. "Melalui program KPR rumah sederhana/rumah sangat sederhana (RS/RSS), kami telah menyalurkan dana Rp 438 miliar. Kalau ditambah kredit griya utama berarti mencapai Rp 1,7 triliun, sehingga bisa dikatakan hampir mendekati target Rp 1,8 triliun," katanya. Menyinggung dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif listrik atas nilai kredit perumahan yang akan dikucurkan BTN, mengingat harga rumah akan mengalami kenaikan, Kodradi menyatakan pihaknya tidak akan mengurangi jumlah pagu kredit yang dikucurkan. "BTN tidak akan mengurangi pagu kredit perumahan. Namun, jumlah unit rumah yang akan memperoleh kredit mungkin akan berkurang. Hal ini tidak menjadi masalah karena sasaran BTN dalam meraih keuntungan adalah nilai nominal yang dikeluarkan dan bunga yang akan diperoleh," katanya. (A-16) Last modified: 15/1/2003,SUARA PEMBARUAN
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130