Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Penyerapan KPR BTN Tumbuh 30%

Sumber: Investor Daily
11/08/2010
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) meminta pemerintah segera mengeluarkan petunjuk teknis (juknis) fasilitas likuiditas (FL) perumahan. Meskipun juknis belum terbit, penyerapan kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi BTN tumbuh 30%.
 
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) meminta pemerintah segera mengeluarkan petunjuk teknis (juknis) fasilitas likuiditas (FL) perumahan. Meskipun juknis belum terbit, penyerapan kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi BTN tumbuh 30%.
Wakil direktur utama BTN Evi Firmansyah mengatakan, pihaknya siap mengucurkan KPR kepada masyarakat, baik melalui pola subdisi maupun pola pembiayaan FL perumahan. "Kami belum memanfaatkan FL, karena belum ada petunjuk pelaksanaannya. Jadi kami masih pakai KPR bersubsidi yang masa transisi atau pola lama," ujarnya disela Diskusi panel "Efek Beragun Aset KPR BTN ke-3 Tahun 2010 di Jakarta, Senin (9/8).
Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa sebelumnya mengatakan, pihaknya telah menerbitkan juknis pelaksanaan FL pe­rumahan, sehingga tidak ada alasan lagi bagi perbankan untuk melaksanakan program ini. Pemerintah mem­inta perbankan segera menyiapkan skim FL perumahan. Pembentukan skim baru ini disesuaikan dengan peraturan FL perumahan yang terbit akhir Juli lalu.
Belum adanya petunjuk teknis penyaluran, menurut Evi, dikhawatirkan penyaluran FL perumahan bakal terganggu. Pasalnya, pe­nyaluran FL untuk 30 ribu rusunami hanya dalam 4 bulan akan sulit direalisasikan sesuai target. Pe­nyaluran FL perumahan membutuhkan waktu lebih panjang.
Menurut dia, sebagai contoh, proses administrasi dan verifikasi un­tuk penyaluran FL satu menara rusunami atau sekitar 500 - 600 unit ruang butuh waktu sekitar 2 minggu. De­ngan waktu yang tersisa 4 bulan un­tuk 2010, maka kemungkinan hanya sebanyak 10 ribu unit rusunami saja yang bisa memperoleh bantuan FL.
Meskipun BTN belum melaksanakan program FL, Evi melanjutkan, pertumbuhan KPR BTN sepanjang semester 12010 tumbuh 30% dibandingkan periode sama tahun lalu. "Angka ini cukup tinggi, mengingat pasokan rumah sederhana semakin berkurang akibat sejumlah pengembang masih menunggu skim baru," ujarnya.
BTN sudah mengucurkan KPR dengan skim subdisi lama untuk se­kitar 5060 ribu unit rumah se­derhana sehat (RSH). Seluruh kre­dit ini masih merupakan pembiayaan untuk rumah tapak (landed house) dan tidak termasuk rusunami.
"Khusus untuk rusunami, belum ada yang direalisasikan karena masih menunggu petunjuk teknisnya. Meskipun daftar tunggunya sudah sangat banyak. Pada prinsipnya, BTN siap mengucurkan KPR dengan fasilitas likuiditas. Kalau memang juknis bisa disarnpaikan maka kami akan cepat memberikan kredit," urainya.
Rp. 800 M.
Evi mengungkap, BTN sudah melepas obligasi sebesar Rp 1,6 triliun dengan tenor 10 tahun. Dana ini akan digabungkan dengan dana FL untuk membiayai perumahan masyarakat kelas menengah ke bawah. "Kalau pemerintah menyediakan Rp 2,6 tri­liun, berarti dana tambahan untuk FL sekitar 30% lagi atau sekitar Rp 800 miliar. Dana itu sudah kami siapkan," tuturnya.
Menurut dia, tertundanya penerapan FL tidak mengganggu per­tumbuhan kredit BTN, karena permintaan kredit BTN tetap tinggi. Hanya saja, target program penyediaan hunian pemerintah bisa ter­ganggu.
Tahun ini, pemerintah menargetkan penyediaan RSH sebanyak 150 ribu unit dan 30 ribu unit rusunami. Biasanya, penyaluran KPR bersub­sidi dari BTN mencapai sekitar 97% dari total target penyediaan RSH dan Rusunami.
Di tempat yang sama, direktur SMF Erica Soeroto menuturkan, pi­haknya akan membantu BTN dalam meningkatkan portofolio KPR mela­lui sekuritisasi asetnya. "SMF akdn membantu usaha pembiayaan sekunder perumahan dari perban­kan. Nantinya, kami berharap aset ini akan memengaruhi mekanisme pasar agar menurunkan suku bunga," jelas Erica.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130