Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Perbankan Diminta Alokasikan 30% KPR untuk RSH Bersubsidi

23/02/2006
 
New Page 1 JAKARTA - Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera) mengusulkan kepada Bank Indonesia agar mendorong perbankan mengalokasikan sekitar 30% dana kredit pemilikan rumah (KPR) untuk rumah sederhana sehat (RSH) bersubsidi. Kebijakan ini harus secepatnya direalisasikan terkait rencana strategis pemerintah untuk mempercepat operasionalisasi PT Sarana Multigriya Finansial dan mendorong berkembangnya secondary mortgage market (SMM). Di sisi lain, Kemenpera juga meminta PT Bank Tabungan Negara (BTN) untuk memberlakukan surat kuasa memasang hipotek (SKMH) hingga kredit lunas. "Ini diperlukan agar hak atas tanah sebagai jaminan dapat dibebani hak tanggungan, sehingga seluruh KPR bersubsidi dapat dibeli oleh PT SMF," ujar Menpera M Yusuf Asy'ari dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR di Jakarta, Senin (20/2) malam. Alokasi Dana Pada kesempatan itu, Menpera juga menyatakan, untuk mencapai sasaran menengah dari rencana strategis Kemenpera, pada 2007 pihaknya menganggarkan dana sekitar Rp 1,87 triliun atau hampir dua kali lipat dari nilai APBN untuk Kemenpera tahun ini, yaitu Rp 973,7 miliar. Menpera merinci, alokasi dana Rp 1,87 triliun tersebut terdiri atas Rp 139,2 miliar untuk sekretariat Menpera, Rp 50,5 miliar untuk pembiayaan, Rp 532 miliar untuk pengembangan kawasan, Rp127,8 miliar untuk perumahan swadaya, dan Rp 1,0245 triliun untuk perumahan formal. "Dana itu, belum termasuk Rp 715 miliar untuk subsidi 130 ribu RSH," ujar Yusuf Asy'ari.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130