Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Perlu Terobosan untuk Bangun Sejuta Rumah

27/11/2007
 
New Page 1 JAKARTA, KOMPAS - Pemerintah pusat, perbankan, dan pemerintah daerah perlu melakukan terobosan bersama untuk mengejar target pembangunan satu juta unit rumah sederhana sehat atau RSH pada 2009. Demikian dikatakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (DPP Apersi) Fuad Zakaria, dalam keterangan pers seusai bersama pengurus DPP Apersi lain bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Senin (26/11). Terobosan itu dimulai dari perubahan Undang-Undang Perumahan, peningkatan anggaran subsidi selisih bunga dalam APBN, keikutsertaan perbankan dalam pembiayaan RSH, dan kebijakan yang terintegrasi antara pusat dan daerah, terutama dalam soal perizinan dan retribusi. Tanpa adanya terobosan, target pembangunan sejuta rumah dikhawatirkan tidak akan tercapai. Wapres, kata Fuad, mendukung langkah terintegrasi untuk memenuhi target pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah tersebut. Menurut Fuad, dari satu juta unit rumah yang akan dibangun, diharapkan dapat tercapai pembangunan rumah sebanyak 270.000 unit per tahun. Padahal, kemampuan pengembang dan bank dalam membangun RSH hanya 80.000 hingga 100.000 unit rumah per tahun. Akhir tahun ini, tutur Fuad, pencapaian pembangunan RSH ditargetkan 100.000 unit. Adapun subsidi selisih bunga yang diberikan pemerintah tahun , ini hanya sebesar Rp 300 miliar. Dana tersebut sudah habis sejak Oktober lalu.Untuk itu, menurut Fuad, Bank Tabungan Negara (BTN) terpaksa membantu memberikan dana talangan untuk subsidi selisih bunga sebesar Rp 100 miliar pada akhir Desember 2007 ini. Dana BTN itu akan diganti pemerintah pada APBN-Perubahan 2007 atau APBN 2008. Untuk meningkatkan daya beli masyarakat, saran Fuad, subsidi selisih bunga sebaiknya ditingkatkan menjadi Rp 1,2 triliun. Selain itu, juga harus ada keikutsertaan bank-bank lain, seperti Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI), untuk ikut mendanai pembangunan RSH. "Selama ini kan hanya BTN yang difokuskan pada pembiayaan perumahan," lanjut Fuad. Pemerintah menganggarkan subsidi selisih bunga untuk RSH dalam APBN 2008 sebesar Rp 800 miliar. (HAR)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130