Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Perluas Jaringan Baru, Kenaikan SBI Tak Pengaruhi Biaya Rumah

Sumber: Indo Pos, 08 Februari 2011
10/02/2011
Iklim properti 2011 tidak akan menaikkan suku bunga perbankan. Itu yang ditegaskan oleh Dewan Penasihat Real Estate Indonesia (REI), Teguh Satria. Dia optimistis pada tahun ini sektor properti tumbuh 15 persen, khususnya residensial dan perkantoran. Seperti apa?
 
Iklim properti 2011 tidak akan menaikkan suku bunga perbankan. Itu yang ditegaskan oleh Dewan Penasihat Real Estate Indonesia (REI), Teguh Satria. Dia optimistis pada tahun ini sektor properti tumbuh 15 persen, khususnya residensial dan perkantoran. Seperti apa?

"KENAIKAN suku bunga BI (25 bps, Red) tidak akan mempengaruhi kenaikan harga rumah," kata Teguh di Jakarta, Senin (7/2). Secara logika jika SBI naik, pengembang akan mengevaluasi harga karena akibatnya konsumen bisa turun. "Pada saat konsumen turun tidak rasional jika kita malah menaikkan harga, justru malah nge-diskon," lanjutnya.

Menurut Teguh, sebenarnya banyak faktor yang membuat harga rumah bisa naik dan tidak serta merta karena kenaikan BI rate. Jika dilihat dari penyebab BI rate, tidak akan membuat harga rumah naik kecuali jika dipengaruhi oleh kenaikan semen. "Karena semen mempengaruhi 20 persen dari harga rumah," katanya.

Teguh mengaku tingkat suku bunga dipengaruhi inflasi. "Kalaupun harus naik, suku bunga akan naik di sekitar , Maret dan April dimana secara nasional ada panen raya yang mempengaruhi inflasi," ujarnya.

Saat panen raya, harga beras akan turun, harga cabai stabil dan lain sebagainya, sehingga kemungkinan jika harga harus naik pada saat itu. "Kalau hanya naik SBI, saya yakin perbankan tidak akan menaikkan suku bunga kreditnya," tandasnya.

Masih terkait dengan optimistis pengembang tidak akan menaikkan harga rumah akibat naiknya SBI, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Iqbal Latanro menjelaskan, pihaknya juga tidak akan menaikkan tingkat suku bunganya apalagi kredit rumah yang dipengaruhi intervensi pemerintah. "Tidak ada kenaikan suku bunga untuk proyek perumahan yang dibiayai pemerintah, kalau ada kenaikan pasti itu kredit komersial," katanya.

Dia mengaku tingkat bunga yang ada saat ini masih layak dan terjangkau, "Saya tidak yakin kalau suku bunga bank akan naik akibat penyesuaian SBI," tegas Iqbal.

Dengan kenaikan BI rate, Iqbal memprediksi pertumbuhan sektor properti tetap akan tumbuh mencapai 22 persen lebih tinggi dari sektor manapun dalam produk perbankan. "Kami sendiri menargelkan (KPR) tumbuh 25 persen," kata Iqbal.

Prediksi ke depan, lanjutnya, masih ada gejolak akibat SBI naik karena SBI adalah tolok ukur tetapi tetap tidak mempengaruhi pertumbuhan properti.

Untuk mengatasi agar suku bunga KPR tidak naik, BTN melakukan efisiensi terhadap cost of fund dan memperluas jaringan berupa penambahan 200 kantor cabang, kredit melalui e-loan yang merupakan inovasi BTN, dan menawarkan kredit KPR lengkap dengan isinya.
Upaya itu dilakukan, tambah Iqbal, juga untuk mempertahankan market share KPR sebesar 26,7 persen dan sebagai leader untuk KPR bersubsidi sebesar 97 persen. (vit)
 
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130